BeritaDaerahPolitikTERBARU

Zigo Rolanda Dukung Percepatan Flyover Sitinjau Lauik, Minta Pasokan Air Bersih Dijaga

13

PADANG,RELASIPUBLIK– Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, dalam rangka reses perorangan Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027, Kamis, (22/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Zigo menerima penjelasan mengenai progres pembangunan dari Hutama Karya (HK) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Ia menyebut progres pekerjaan sudah melampaui target.

Sekretaris Daerah Kota Padang beserta jajaran, Kepala BPJN, Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Cipta Karya, dan PDAM Kota Padang turut hadir dalam peninjauan tersebut.

Zigo mengatakan, berbagai pihak di Sumatera Barat memiliki komitmen yang sama untuk mempercepat pembangunan flyover. Sejumlah kendala, termasuk pembebasan lahan, sebelumnya menjadi tantangan dalam pelaksanaan proyek.

“Alhamdulillah, progresnya sudah berada di atas target yang ditetapkan. Memang sebelumnya terdapat beberapa kendala, mulai dari pembebasan lahan dan persoalan lainnya. Namun, alhamdulillah, semua itu dapat kita atasi bersama,” ujar Zigo.

Ia juga berharap pengadaan tanah tahap II segera terlaksana agar pembangunan berjalan lancar.

Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sebagai anggota Komisi V DPR RI, Zigo menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya pengawasan selama pengerjaan berlangsung.

Selain progres pembangunan, Zigo menyoroti potensi gangguan terhadap pasokan air bersih masyarakat Kota Padang. Ia meminta pelaksana proyek mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap sumber air baku, terutama menjelang musim hujan.

“Kita sudah cukup direpotkan dengan persoalan pembebasan lahan. Jangan sampai persoalan pasokan air bersih juga menimbulkan masalah yang lebih besar,” katanya.

Zigo meminta Hutama Karya memperhatikan metode pengerjaan di sepanjang sungai. Ia mengingatkan agar aktivitas konstruksi tidak mencemari aliran air yang dimanfaatkan masyarakat.

Menurutnya, antisipasi tidak cukup hanya dilakukan pada instalasi pengolahan air atau titik pengambilan air baku (intake). Pelaksana proyek juga perlu memperhatikan kondisi sungai sebelum air mencapai titik tersebut.

Ia meminta tim teknis mengkaji langkah pencegahan yang sesuai, termasuk metode pengerjaan di sekitar sungai dan kebutuhan perlindungan sumber air baku.

“Jangan hanya fokus pada titik intake. Kita juga harus memperhatikan kondisi sebelum air mencapai titik tersebut. Saya berharap tim teknis dapat memberikan penjelasan dan solusi yang konkret,” ujarnya.

Zigo menegaskan, percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan kepentingan masyarakat. Ia meminta seluruh pihak mengantisipasi potensi gangguan sejak awal agar warga tidak menanggung dampak pekerjaan.

Zigo mendukung penuh pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. Namun, ia berharap proyek tersebut dapat selesai lebih cepat dari target yang direncanakan.

Jika target penyelesaian ditetapkan pada Mei 2028, ia mendorong upaya percepatan agar pembangunan bisa rampung pada 2027.

“Saya mendukung 100 persen pembangunan flyover ini agar cepat selesai. Namun, kita juga harus memastikan persoalan air bersih dan dampak lingkungan diantisipasi sejak dini,” katanya.

Ia meminta pemerintah, balai, dan pelaksana proyek terus berkoordinasi untuk menjaga kelancaran pembangunan. Menurutnya, penyelesaian proyek harus berjalan seiring dengan perlindungan sumber air baku masyarakat.

Dengan demikian, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik diharapkan berjalan sesuai rencana tanpa mengabaikan kebutuhan air bersih warga Kota Padang. (***)

Exit mobile version