Kota Padang

Rahmat Saleh: Kekuatan Ibu-Ibu Kunci Ketahanan Pangan Keluarga

21
×

Rahmat Saleh: Kekuatan Ibu-Ibu Kunci Ketahanan Pangan Keluarga

Sebarkan artikel ini

Padang, relasipublik – Penguatan ketahanan pangan keluarga dinilai dapat dimulai dari peran aktif kelompok perempuan melalui wadah produktif yang dekat dengan kehidupan rumah tangga.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh saat menemui kelompok Majelis Taklim Alai Parak Kopi, Kota Padang, pada Jumat (1/5/2026), dalam sosialisasi pembentukan serta penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Rahmat mengatakan antusiasme para ibu di Alai Parak Kopi menjadi modal sosial yang penting bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, semangat tersebut memberi dorongan tambahan bagi Komisi IV untuk terus menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan warga di tingkat bawah.

“Bertemu ibu-ibu, wajahnya sangat cerah. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan program yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Rahmat.

Ia menjelaskan, KWT menjadi ujung tombak dalam menjaga kedaulatan pangan dari lingkup paling kecil, yaitu keluarga.

Melalui kelompok itu, perempuan dapat bergerak produktif di sektor pertanian, mulai dari menanam di lahan sekitar rumah sampai mengolah hasil panen guna menambah pendapatan keluarga.

“Kalau ada Kelompok Wanita Tani atau kelompok nelayan, insyaallah bisa kita bantu. Banyak program yang bisa dijalankan untuk mendukung ketahanan pangan,” tambahnya.

Rahmat memaparkan, sektor pertanian masih memiliki ruang pengembangan yang besar melalui bantuan bibit, penyediaan alat pertanian, serta pendampingan teknis kepada masyarakat.

Dia menyebut dukungan serupa di Sumatera Barat telah menjangkau 700 hektare lahan di Kabupaten Agam dan 1.300 hektare lahan di kawasan pesisir lewat distribusi bibit jagung.

Menurut Rahmat, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya konkret memulihkan sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat setelah pandemi maupun di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi.

“Ini membuktikan kinerja nyata kita menuju pemulihan Sumatera Barat. Ini langkah konkret kita untuk membantu masyarakat bangkit, terutama dari sektor pertanian,” tegasnya.

Ia memastikan akan terus mengawal program strategis di bidang pangan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat, terutama kelompok perempuan di Sumatera Barat. (Gilang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *