Kabupaten Tanah Datar

Tanah Datar Raih Kuota Terbesar di Sumbar, 71 Warga Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenaker RI

15
×

Tanah Datar Raih Kuota Terbesar di Sumbar, 71 Warga Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenaker RI

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Komitmen pemerintah dalam membangkitkan ekonomi masyarakat pascabencana kembali mendapat dukungan nyata dari pemerintah pusat. Sebanyak 71 Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula Kabupaten Tanah Datar menerima bantuan modal usaha dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) dengan total nilai mencapai Rp355 juta.

Penyerahan bantuan yang digelar di Gazebo Indo Jolito, Batusangkar, Jumat (5/6/2026), menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat sektor usaha mikro dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanah Datar Nusyirwan mengungkapkan bahwa Tanah Datar menjadi daerah penerima bantuan TKM Pemula terbanyak di Sumatera Barat.

“Kami mengusulkan sekitar 1.025 calon penerima. Karena keterbatasan kuota nasional, Sumatera Barat hanya mendapatkan 123 kuota. Alhamdulillah, dari jumlah itu Tanah Datar memperoleh 71 kuota atau lebih dari separuh total kuota Sumbar dengan nilai bantuan mencapai Rp355 juta,” ujarnya.

Menurut Nusyirwan, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas penyerahan bantuan, tetapi juga disertai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta pembekalan bagi para penerima agar bantuan yang diberikan benar-benar mampu menjadi modal penggerak usaha.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik bagi para penerima untuk memahami bagaimana mengelola dan memanfaatkan bantuan secara tepat sehingga dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” katanya.

Ketua Tim Bantuan TKM Ketenagakerjaan Kemenaker RI Jaelani Efendi menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukanlah bantuan sosial yang dapat digunakan sesuka hati, melainkan modal usaha yang harus dipertanggungjawabkan.

“Bantuan ini diberikan untuk mendukung masyarakat menjalankan atau mengembangkan usaha. Karena itu setiap penerima memiliki kewajiban menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Mekanismenya akan dijelaskan secara rinci dalam sesi pembekalan,” jelasnya.

Jaelani juga membuka peluang yang lebih besar bagi penerima yang mampu mengembangkan usahanya dengan baik. Menurutnya, penerima TKM Pemula dapat naik kelas menjadi TKM Lanjutan dengan nilai bantuan yang jauh lebih besar.

“Saat ini setiap TKM Pemula menerima bantuan modal sebesar Rp5 juta. Jika usaha berkembang, administrasi tertib, dan lolos seleksi, maka berpeluang menjadi TKM Lanjutan dengan bantuan modal Rp15 juta serta mendapatkan pelatihan khusus untuk pengembangan usaha,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Tanah Datar.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

“Terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI atas bantuan ini. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat Tanah Datar yang sedang bangkit pascabencana. Apalagi daerah kita memperoleh kuota terbesar di Sumatera Barat,” ujarnya.

Namun demikian, Wabup memberikan peringatan tegas kepada seluruh penerima agar memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya dan tidak melakukan penyimpangan administrasi.

“Gunakan dana ini untuk mengembangkan usaha atau membangun usaha baru. Saya tegaskan, bantuan ini bukan bantuan sosial, melainkan bantuan modal usaha yang harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada yang merekayasa laporan karena itu justru akan merugikan diri sendiri,” tegas Ahmad Fadly.

Ia juga meminta para penerima mengikuti seluruh materi pembekalan dengan serius agar memahami tata kelola usaha dan administrasi yang benar.

“Saya berharap para penerima tidak berhenti sebagai TKM Pemula. Kembangkan usaha dengan sungguh-sungguh sehingga bisa naik menjadi TKM Lanjutan, bahkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar,” katanya.

Bantuan modal usaha ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga dengan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Dengan suntikan modal dan pendampingan yang tepat, puluhan pelaku usaha baru di Tanah Datar diharapkan mampu tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus menciptakan peluang kerja baru di tengah masyarakat(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *