Berita UtamaKabupaten Solok

Kabupaten Solok Rugi Rp1,9 Triliun Akibat Bencana, Bupati Jon Firman Pandu Gerak Cepat Lakukan Pemulihan

27
×

Kabupaten Solok Rugi Rp1,9 Triliun Akibat Bencana, Bupati Jon Firman Pandu Gerak Cepat Lakukan Pemulihan

Sebarkan artikel ini
Foto: Bupati Solok Jon Firman Pandu hadiri rapat pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok (dok istimewa A3)

Solok, Relasipublik.com – Pemerintah Kabupaten Solok terus mempercepat upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil pendataan pemerintah daerah, total kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai hampir Rp1,9 triliun.

Komitmen percepatan penanganan dan pemulihan itu ditegaskan Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, saat membuka Rapat Evaluasi Penetapan Status Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Solok yang berlangsung di Aula Gedung C Setda Kabupaten Solok, Senin (22/6/2026).

Rapat evaluasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, SHI, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, SH, unsur Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah Jefrizal, S.Pt, MT, Kepala BPS Kabupaten Solok, para asisten, staf ahli bupati, kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Solok.

Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menegaskan bahwa rapat evaluasi tidak sekadar menjadi agenda formal pemerintahan, tetapi merupakan langkah strategis untuk menyusun kebijakan percepatan pemulihan daerah yang terdampak bencana.

“Melalui forum ini, kami berharap dapat melahirkan langkah-langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian penanganan kebencanaan di Kabupaten Solok,” ujar Jon Firman Pandu.

Menurutnya, seluruh data, dokumen, serta laporan yang telah disusun selama masa tanggap darurat dan penanganan bencana harus menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi. Dokumen tersebut juga akan menjadi bahan utama dalam mengajukan dukungan pendanaan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun pemerintah pusat.

Besarnya nilai kerugian yang mencapai hampir Rp1,9 triliun menunjukkan bahwa dampak bencana hidrometeorologi tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi, sektor pertanian, akses transportasi, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, Bupati menilai proses pemulihan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, Forkopimda, instansi vertikal, serta seluruh elemen masyarakat agar program rehabilitasi dapat berjalan maksimal.

Dalam rapat tersebut, Jon Firman Pandu juga mengharapkan berbagai masukan dan rekomendasi dari seluruh peserta agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat terdampak dan mempercepat proses pemulihan wilayah.

Pemerintah Kabupaten Solok sendiri menargetkan berbagai usulan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah disusun dapat direalisasikan secara bertahap hingga tahun 2028. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi daerah seperti sebelum bencana, tetapi juga meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana di masa mendatang.

Di tengah tantangan yang masih dihadapi, optimisme tetap menjadi semangat utama Pemerintah Kabupaten Solok. Dengan dukungan seluruh pihak, proses pemulihan diyakini dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan roda perekonomian daerah kembali bergerak.

“Bencana memang meninggalkan kerusakan yang besar, namun melalui kerja sama dan komitmen bersama, Kabupaten Solok akan bangkit lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tutup Bupati. (A3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *