PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Pemerintah Kota Padang Panjang berkomitmen menjadikan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) sebagai pusat pelestarian budaya yang tidak hanya menampilkan koleksi sejarah, tetapi juga menghadirkan aktivitas seni secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Hendri Arnis saat melakukan peninjauan langsung ke kawasan PDIKM bersama jajaran pemerintah daerah.
Dalam arahannya, Hendri menilai kawasan PDIKM perlu menghadirkan lebih banyak kegiatan budaya agar suasana destinasi wisata semakin hidup dan mampu menarik minat masyarakat untuk datang.
Ia mendorong penyelenggaraan pertunjukan seni secara rutin melalui kerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI), sanggar seni, komunitas budaya, hingga para seniman lokal.
Menurutnya, pertunjukan budaya yang berkesinambungan akan memperkuat identitas PDIKM sebagai pusat pelestarian budaya Minangkabau sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni.
Selain kegiatan seni, pemerintah juga menginginkan seluruh fasilitas pendukung dalam kondisi baik agar setiap acara dapat berlangsung dengan nyaman.
Kebersihan kawasan, perawatan gazebo, serta pengoperasian kembali kolam air mancur menjadi bagian dari langkah pembenahan yang akan segera dilakukan.
Di sisi lain, pelayanan kepada wisatawan juga diminta terus ditingkatkan agar setiap pengunjung memperoleh pengalaman yang menyenangkan selama berada di kawasan tersebut.
Hendri menilai keramahan petugas merupakan salah satu faktor yang akan menentukan kesan wisatawan terhadap sebuah destinasi budaya.
Pemerintah daerah juga berencana mengaktifkan deretan ruko untuk mendukung aktivitas UMKM sehingga kawasan PDIKM semakin ramai dengan berbagai kegiatan ekonomi kreatif.
Sinergi antara sektor budaya dan ekonomi kreatif diyakini mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.
Melalui penguatan aktivitas seni tersebut, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap PDIKM semakin dikenal sebagai pusat budaya Minangkabau yang aktif, edukatif, dan menjadi kebanggaan daerah.(gito)












