Solok, Relasipublik.com — Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, terus mendorong percepatan pembangunan dengan memperkuat koordinasi, membuka ruang kolaborasi dan memastikan setiap kebijakan bermuara pada kepentingan masyarakat.
Semangat tersebut terlihat dalam berbagai agenda pemerintahan yang berlangsung sepanjang Agustus 2026. Mulai dari penguatan penanganan pascabencana, persiapan promosi potensi daerah di tingkat nasional, menjaga hubungan harmonis dengan daerah tetangga, hingga menggerakkan masyarakat melalui momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan itu menunjukkan satu arah kebijakan yang sama: Kabupaten Solok harus terus bergerak maju, bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas sosial dan memperluas peluang daerah.
Memperkuat Koordinasi Penanganan Pascabencana
Komitmen tersebut salah satunya terlihat ketika Bupati Solok menerima kunjungan Kaposko Nasional Satgas PRR, Irjen Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, S.I.K., S.H., M.H., beserta rombongan di Guest House Bupati Solok, Arosuka, Kamis (13/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara Pemerintah Kabupaten Solok dan Posko Nasional Satgas PRR dalam memastikan proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.
Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Solok.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan pascabencana. Sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, aparat, lembaga terkait dan masyarakat menjadi bagian penting agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
Bagi Bupati, pemulihan pascabencana juga tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan kembali fasilitas yang rusak.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal, mendapatkan kembali akses terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan publik serta memiliki kepastian mengenai masa depan mereka.
Membawa Potensi Kabupaten Solok ke Panggung Nasional
Semangat membangun Kabupaten Solok juga terlihat dari persiapan pemerintah daerah menghadapi APKASI Otonomi Expo 2026.
Ajang tersebut dipandang sebagai kesempatan strategis untuk memperkenalkan Kabupaten Solok secara lebih luas, sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi.
Kabupaten Solok memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari produk unggulan UMKM, pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga berbagai inovasi pelayanan publik.
Karena itu, partisipasi dalam APKASI Otonomi Expo bukan sekadar mengikuti sebuah pameran. Lebih jauh, momentum tersebut dapat menjadi etalase untuk memperkenalkan wajah Kabupaten Solok kepada dunia usaha, investor dan masyarakat luas.

Bagi kepemimpinan Jon Firman Pandu, promosi daerah harus mampu berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Potensi daerah harus dikemas menjadi peluang ekonomi. Produk masyarakat harus mendapatkan pasar yang lebih luas. Pariwisata harus mampu menciptakan perputaran ekonomi. Sementara investasi diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menjaga Perbatasan, Merawat Hubungan Kekeluargaan
Di tengah dinamika yang berkembang terkait batas wilayah antara Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar, pendekatan komunikasi dan kekeluargaan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat dalam komunikasi antarpemerintah daerah.
Bagi Jon Firman Pandu, persoalan wilayah tidak boleh berkembang menjadi persoalan sosial di tengah masyarakat.
Hubungan masyarakat di wilayah perbatasan telah terjalin sejak lama. Karena itu, setiap persoalan harus diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi dan musyawarah.
“Kita hadir sebagai pemerintah untuk masyarakat. Apa pun persoalan yang berkembang, tugas kita adalah mencari jalan terbaik agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat dan hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin dapat terus terjaga,” tegas Jon Firman Pandu, Kepada media ini, Kami (19/08/26)
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan program fisik dan anggaran, tetapi juga stabilitas sosial.
Daerah yang aman, harmonis dan memiliki hubungan baik dengan daerah tetangga akan lebih mudah membangun kerja sama serta menciptakan iklim yang kondusif bagi masyarakat dan dunia usaha.
74 Nagari Bergerak dalam Semangat Kemerdekaan
Semangat membangun Kabupaten Solok kemudian terlihat dalam cara pemerintah daerah menghidupkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tahun ini, peringatan kemerdekaan tidak hanya berlangsung melalui seremoni upacara. Pemerintah Kabupaten Solok menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dari seluruh nagari.
Sebanyak 74 nagari ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang dipusatkan di GOR Tuanku Tabiang, Koto Baru, Kabupaten Solok, Senin (17/8/2026).

Berbagai perlombaan dikemas dalam suasana kebersamaan. Masyarakat dari berbagai wilayah bertemu, berinteraksi dan merayakan kemerdekaan bersama.
Di balik kemeriahan tersebut terdapat pesan yang lebih besar: pembangunan Kabupaten Solok membutuhkan partisipasi masyarakat.
Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kekuatan pembangunan justru akan semakin besar ketika pemerintah dan masyarakat memiliki semangat yang sama untuk memajukan daerah.
Membangun Kabupaten Solok Tidak Bisa Instan
Berbagai agenda tersebut memperlihatkan bahwa arah pembangunan Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Jon Firman Pandu berupaya menyentuh berbagai sektor sekaligus.
Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi. Pengembangan ekonomi membutuhkan promosi dan investasi. Persoalan perbatasan membutuhkan komunikasi. Sementara pembangunan sosial membutuhkan kebersamaan masyarakat.
Semua itu bermuara pada satu kepentingan: bagaimana Kabupaten Solok semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.
Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Kabupaten Solok masih menghadapi berbagai persoalan pembangunan, mulai dari infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik hingga pengembangan potensi daerah.
Namun, dengan koordinasi yang kuat dan keberanian membuka kerja sama yang lebih luas, peluang untuk membawa Kabupaten Solok ke arah yang lebih baik tetap terbuka.
Jon Firman Pandu tampaknya ingin memastikan pemerintah daerah tidak hanya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, tetapi juga hadir untuk membuka peluang baru.
Dari pemulihan pascabencana hingga promosi investasi, dari menjaga hubungan antardaerah hingga menggerakkan 74 nagari dalam semangat kemerdekaan, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju Kabupaten Solok yang lebih kuat.
Karena kemajuan daerah bukan hanya tentang seberapa banyak pembangunan yang dilakukan, tetapi seberapa besar manfaat pembangunan tersebut dirasakan masyarakat.












