Berita

Prabowo Instruksikan TNI AL Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, 11 Kapal Dikerahkan

5
×

Prabowo Instruksikan TNI AL Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, 11 Kapal Dikerahkan

Sebarkan artikel ini
TNI AL perluas pencairan lima Jurnalis hilang kontak liputan erupsi anak Krakatau

JAKARTA,RELASIPUBLIK – Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk melakukan pencarian terhadap rombongan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak saat melaksanakan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui unggahan yang turut dibagikan Metro TV. Menurut Teddy, laporan hilang kontak diterima sejak Senin malam dan Presiden segera memerintahkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk mengerahkan seluruh kemampuan pencarian.

“Sejak rombongan lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian,” tulis Teddy di Instagram @sekretariat.kabinet pada Kamis, (10/9/2026)

Menindaklanjuti arahan Presiden, TNI AL langsung mengirimkan sejumlah unsur kapal perang dan kapal pendukung untuk menyisir wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Operasi pencarian dilakukan secara gabungan dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

Berdasarkan laporan KSAL, sedikitnya 11 kapal gabungan diterjunkan dalam operasi pencarian tersebut. Unsur yang dikerahkan terdiri dari kapal perang TNI AL, kapal SAR, serta kapal patroli yang menyisir sejumlah sektor pencarian di Selat Sunda.

Sebanyak 11 kapal yang terlibat antara lain KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer I-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, dan KP Sanjaya-7017.

Foto-foto yang dirilis Sekretariat Kabinet memperlihatkan personel TNI AL melakukan pemantauan dari anjungan kapal, pengawasan menggunakan teropong, serta koordinasi pencarian melalui sistem radar dan peta navigasi digital. Pencarian dilakukan dengan pola penyisiran di sejumlah sektor yang telah ditentukan berdasarkan titik terakhir komunikasi rombongan.

Selain mengerahkan armada laut, tim gabungan juga melakukan pemantauan menggunakan perangkat navigasi dan pemetaan untuk mempersempit area pencarian di sekitar perairan Selat Sunda.

Teddy mengajak masyarakat untuk turut mendoakan keselamatan seluruh rombongan yang masih dalam pencarian.

“Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung dan tim gabungan terus melakukan penyisiran di wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. (***)