Berita UtamaKota Padangpanjang

Tak Hanya Kejar Juara, Porsadin Jadi Ajang Santri Padang Panjang Asah Potensi

3
×

Tak Hanya Kejar Juara, Porsadin Jadi Ajang Santri Padang Panjang Asah Potensi

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Porsadin VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat tidak hanya menjadi ajang untuk mencari juara bagi 14 santri Kota Padang Panjang.

Kompetisi yang akan digelar di Kota Padang pada 4–6 September 2026 tersebut juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman baru.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyampaikan hal itu ketika melepas kontingen Porsadin Kota Padang Panjang di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (1/9/2026).

Hendri mengapresiasi kesiapan para santri yang akan membawa nama Kota Padang Panjang dalam kompetisi tingkat provinsi tersebut.

Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang seperti Porsadin dapat memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda. Para peserta tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga dituntut mampu menunjukkan kepercayaan diri.

“Ini merupakan suatu kehormatan sekaligus kesempatan bagi anak-anak kita untuk mendapatkan pengalaman dan mengembangkan kemampuan,” kata Hendri.

Ia meminta para santri mengeluarkan kemampuan terbaik dalam setiap cabang lomba. Hendri juga mengingatkan agar peserta tetap menjaga sikap dan nilai-nilai agama selama mengikuti perlombaan.

Pesan lainnya adalah menjaga nama baik daerah. Para santri diminta menunjukkan sikap yang baik selama berada di Kota Padang sebagai bagian dari kontingen yang membawa nama Padang Panjang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang Mukhlis M mengatakan Porsadin juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarsantri Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Melalui kegiatan tersebut, para santri dapat bertemu dengan peserta dari berbagai daerah, saling mengenal, bertukar pengalaman, dan melihat potensi yang dimiliki oleh peserta lainnya.

Sebanyak 14 santri Padang Panjang akan berkompetisi dalam sembilan cabang lomba. Cabang tersebut meliputi tahfiz, puisi Islami, azan, bulu tangkis, kaligrafi, maraton, pidato Bahasa Indonesia, serta pidato Bahasa Arab.

Mukhlis berharap keikutsertaan tersebut dapat membuat para santri semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi. Prestasi memang menjadi harapan, tetapi pengalaman dan pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.

Dengan dukungan pemerintah dan pembinaan yang berkelanjutan, para santri diharapkan mampu terus mengasah kemampuan. Porsadin VII pun menjadi salah satu ruang bagi generasi muda Padang Panjang untuk menunjukkan bakat sekaligus membawa nama daerah di tingkat Sumatera Barat.(gito)