Kabupaten Solok

Bunda Guru dan PGRI Pasaman Barat Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Banjir dan Galodo di Kabupaten Solok

4
×

Bunda Guru dan PGRI Pasaman Barat Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Banjir dan Galodo di Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini
Foto : Bunda Guru bersama pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pasaman Barat mengunjungi Kabupaten Solok untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga korban bencana (dok istimewa)

Solok, Relasipublik.com – Kepedulian terhadap korban bencana banjir dan galodo yang melanda kawasan Arosuka, kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, serta permukiman warga di sekitarnya terus mengalir. Dukungan dari berbagai pihak menjadi penguat bagi masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari musibah tersebut.

Bunda Guru bersama pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pasaman Barat mengunjungi Kabupaten Solok untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga korban bencana.

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wujud solidaritas dan empati sesama insan pendidikan di Sumatera Barat. Kehadiran rombongan diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi keluarga yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana.

Bunda Guru Kabupaten Pasaman Barat, Sifrowati, menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Solok. Ia berharap kehadiran rombongannya dapat sedikit meringankan beban batin keluarga korban sekaligus menjadi penyemangat dalam menghadapi masa sulit.

“Kami berharap kunjungan ini dapat mengobati rasa duka keluarga korban. Ini juga merupakan bentuk dukungan dari Pasaman Barat kepada Kabupaten Solok agar segera pulih seperti sediakala. Selain itu, kami ingin mempererat tali silaturahmi antara pengurus Bunda Guru dan PGRI se-Sumatera Barat,” ujar Sifrowati. Sabtu (17/10/26) siang.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh tuan rumah selama kunjungan berlangsung.

Bunda Guru Kabupaten Solok, Kurniati, menyambut baik kedatangan rombongan dari Pasaman Barat. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Kabupaten Solok tidak sendiri dalam menghadapi cobaan.

Kurniati mengapresiasi kepedulian para guru yang turut merasakan kesedihan masyarakat, terlebih bagi keluarga yang terdampak langsung dan kehilangan orang-orang tercinta.

“Semoga seluruh kebaikan ini menjadi amal ibadah dan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT. Kami atas nama masyarakat dan keluarga korban bencana menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang mendalam atas perhatian dan kepedulian Bapak dan Ibu semua,” tuturnya.

Baginya, dukungan yang diberikan bukan hanya bernilai materi, melainkan juga menghadirkan semangat kebersamaan dan penguatan bagi masyarakat untuk melewati masa pemulihan.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bunda Guru dan PGRI Kabupaten Pasaman Barat terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Ia mengatakan, musibah tersebut meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, terutama setelah dua orang dinyatakan meninggal dunia. Karena itu, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak menjadi sesuatu yang sangat berarti, khususnya bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

“Ini merupakan anugerah bagi kita di Kabupaten Solok atas kepedulian banyak pihak. Musibah yang menimpa masyarakat meninggalkan rasa duka mendalam, terlebih dengan adanya korban jiwa sebanyak dua orang. Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama keluarga yang terdampak langsung,” ungkap Jon Firman Pandu.

Ia juga berharap bantuan yang diserahkan dapat diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan, termasuk para ahli waris korban meninggal dunia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bunda Guru Kabupaten Pasaman Barat menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp50 juta kepada Bunda Guru Kabupaten Solok untuk mendukung penanganan dampak bencana.

Selain itu, rombongan juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta kepada masing-masing ahli waris korban meninggal dunia sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga korban sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok.

Di tengah duka yang masih dirasakan, kepedulian lintas daerah ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan gotong royong memiliki arti penting dalam menghadapi bencana. Bagi masyarakat yang terdampak, kehadiran dan uluran tangan dari sesama bukan sekadar bantuan, tetapi juga pesan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. (A3)