Kabupaten Solok

PT CMK Ekspansi Pasar Benih Jagung ke Makassar, Pemkab Solok Siapkan 2.300 Hektare

3
×

PT CMK Ekspansi Pasar Benih Jagung ke Makassar, Pemkab Solok Siapkan 2.300 Hektare

Sebarkan artikel ini
Foto : Foto istimewa)

Solok, Relasipublik.com– PT Citra Mandiri Kobana (CMK), perusahaan benih jagung hibrida yang beroperasi di Ampang Kualo, Kabupaten Solok, mulai memperluas pasar ke Sulawesi Selatan. Ekspansi ini ditandai dengan pengiriman perdana 25 ton benih jagung hibrida ke Makassar, Kamis (15/10/2026).

Langkah tersebut membuka peluang bagi Kabupaten Solok untuk memperkuat industri pertanian, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Terlebih, Pemerintah Kabupaten Solok telah merencanakan program penanaman jagung pada lahan seluas 2.300 hektare di sejumlah kecamatan pada 2027, dengan PT CMK diproyeksikan sebagai salah satu pemasok benih.

Pelepasan pengiriman dilakukan langsung oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, di halaman pabrik PT CMK. Sebuah truk Fuso disiapkan untuk mengangkut benih menuju pasar tujuan melalui jalur darat dengan menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra distribusi.

Di lokasi produksi, para pekerja tampak sibuk menjalankan aktivitas pengolahan benih. Sejumlah pekerja perempuan memisahkan biji jagung dari tongkolnya, sementara pekerja laki-laki mengangkat dan menyusun karung benih ke dalam kendaraan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri istri Bupati Solok, Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi, serta Kepala PT Pos Indonesia Cabang Solok. Rombongan disambut Direktur PT CMK H. Nofi Candra bersama istrinya, Hj. Devi Femiyanti, Komisaris Erick Maran, Komisaris Utama Hj. Lifwarda, dan jajaran karyawan perusahaan.

Direktur PT CMK, H. Nofi Candra, menjelaskan bahwa pengiriman perdana sebanyak 25 ton merupakan tahap awal dari kerja sama pemasaran dengan perusahaan mitra di Makassar.

Sepanjang Oktober 2026, pihaknya menargetkan pengiriman secara bertahap hingga mencapai 150 ton sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

Benih jagung hibrida merek Andalan varietas JJUH disebut telah mendapatkan sambutan positif dari petani di pasar tujuan. Respons tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

“Untuk bulan ini, kita mengirim benih secara bertahap sampai 150 ton sesuai perjanjian dengan perusahaan di Makassar,” kata Nofi.

Ia mengungkapkan, perusahaan juga menyiapkan peningkatan produksi hingga 500 ton pada 2027 seiring terbukanya peluang pasar benih jagung di luar Sumatera.

“Petani di Makassar sangat menyukai benih Andalan varietas JJUH. Untuk 2027 nanti, kita merencanakan produksi benih hingga 500 ton,” ujarnya.

Target tersebut menjadi peluang bagi PT CMK untuk memperkuat posisinya dalam industri benih jagung nasional. Namun, peningkatan kapasitas memerlukan kesiapan bahan baku, fasilitas pengolahan, tenaga kerja, pengawasan mutu, serta sistem distribusi yang mampu menjaga kesinambungan pasokan.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyambut positif langkah PT CMK menembus pasar di luar Sumatera. Menurutnya, perkembangan perusahaan lokal diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ia menilai industri benih jagung memiliki potensi menciptakan dampak ekonomi yang luas, mulai dari kegiatan produksi di pabrik hingga aktivitas pertanian yang melibatkan masyarakat.

“Kalau pabrik bibit jagung PT CMK berkembang, tentu akan melahirkan multiplier effect. Petani semakin maju dan ketersediaan lapangan kerja di pabrik akan menjadi solusi bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian,” ungkap Jon Firman Pandu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komoditas tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok merencanakan program penanaman jagung pada lahan seluas 2.300 hektare pada 2027. Dalam rencana itu, benih jagung hibrida dari PT CMK diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan penanaman masyarakat.

“Untuk tahun 2027 nanti, Pemerintah Kabupaten Solok akan memprogramkan tanam jagung masyarakat di lahan 2.300 hektare. Bibitnya tentu saja kita pesan dari PT CMK. Dengan memakai benih hibrida Andalan, kita harapkan budi daya jagung di Kabupaten Solok akan berkembang,” tegasnya.

Program ini berpeluang membangun hubungan saling mendukung antara industri benih, pemerintah daerah, dan petani. Perusahaan memperoleh pasar yang lebih luas, petani memiliki akses terhadap benih, sementara pemerintah daerah dapat mendorong peningkatan produksi pertanian.

Meski demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh luas areal tanam. Kesesuaian varietas dengan kondisi lahan dan iklim, ketersediaan pupuk, pendampingan penyuluh, akses pembiayaan, serta kepastian pasar hasil panen perlu dipersiapkan secara matang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, mengatakan jagung memiliki prospek untuk dikembangkan di daerah tersebut. Selain lahan pertanian yang telah dimanfaatkan, pemerintah daerah juga melihat peluang penggunaan lahan sawah nonproduktif dan kawasan terdampak banjir bandang yang dinilai berpotensi untuk kegiatan pertanian.

“Kabupaten Solok akan membutuhkan banyak benih jagung hibrida. Kita telah memprogramkan areal tanam seluas 2.300 hektare, dan benihnya kita pesan dari perusahaan PT CMK. Tahun 2027 nanti kita akan jalan,” jelas Deslirizaldi.

Optimalisasi lahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya pertanian sekaligus membuka peluang pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana, dengan tetap memperhatikan kondisi lahan dan kelayakannya untuk kegiatan budidaya.

Pengembangan jagung juga berpotensi menggerakkan berbagai sektor pendukung. Peningkatan produksi di pabrik dapat menambah kebutuhan tenaga kerja untuk pengolahan, pemilahan, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi. Aktivitas tersebut turut membuka peluang bagi penyedia jasa transportasi, pemasok kemasan, serta pelaku usaha kecil di sekitar perusahaan.

Sementara itu, kegiatan budidaya di lahan masyarakat dapat mendorong permintaan sarana produksi pertanian, jasa pengolahan tanah, tenaga kerja tanam dan panen, hingga jasa pengangkutan hasil pertanian.

Namun, manfaat ekonomi bagi petani akan sangat bergantung pada produktivitas tanaman dan kepastian penyerapan hasil panen dengan harga yang menguntungkan. Peningkatan produksi tanpa dukungan pasar berisiko menyebabkan penurunan harga dan mengurangi pendapatan petani.

Karena itu, perluasan areal tanam perlu disertai penguatan kemitraan, pendampingan teknis, akses permodalan, dan jaringan pemasaran agar petani memperoleh manfaat secara berkelanjutan.

Pengiriman perdana 25 ton benih jagung hibrida ke Makassar menjadi langkah awal bagi PT CMK dalam memperluas pemasaran produknya. Target pengiriman 150 ton selama Oktober 2026 dan rencana peningkatan produksi hingga 500 ton pada 2027 memperlihatkan peluang pertumbuhan perusahaan asal Kabupaten Solok tersebut.

Di sisi lain, rencana penanaman jagung seluas 2.300 hektare oleh Pemerintah Kabupaten Solok dapat menjadi momentum untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan pengembangan pertanian masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah, PT CMK, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan pelaku usaha diperlukan untuk membangun ekosistem pertanian yang terencana. Perusahaan diharapkan menjaga mutu dan ketersediaan benih, pemerintah memfasilitasi program serta pendampingan, sedangkan petani menjadi pelaku utama produksi.

Dengan perencanaan yang matang dari hulu hingga hilir, ekspansi PT CMK tidak hanya berpotensi memperluas pasar benih jagung, tetapi juga mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, meningkatkan aktivitas usaha pendukung, serta memperkuat perekonomian Kabupaten Solok berbasis pertanian. (A3)