Pasaman – Dua tahun menjadi bank syariah, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah Khatulistiwa Pasaman Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami kemajuan dan perkembangan yang cukup signifikan.
“Terus terang, selama dua tahun perjalanan usia BPR Khatulistiwa menjadi bank syariah mengalami perkembangan yang cukup signifikan,” ujar Direktur Utama (Dirut) BPR Syariah Khatulistiwa, H. Syofyardin S.Pt.
Ditemui di ruang kerjanya di Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman, Jumat (2/10/2026), Syofyardin menyebut kondisi itu dimungkinkan antara lain dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat,
“Ada trend terjadinya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip sesuai dengan syariah untuk berurusan dengan lembaga perbankan,” katanya.
“Hampir semua jenis unit usaha yang kami kelola mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan,” tambahnya. “Hal itu didukung oleh tujuh kantor cabang kami yang tersebar di seluruh wilayah Pasaman.”
Diakui Syofyardin, dari sejumlah unit usaha yang dikelola, ada beberapa unit usaha yang menjadi andalan. Yaitu, unit usaha pembiayaan dan tabungan bajapuik.
‘Pembiayaan itu semacam kredit di bank konvensional,” terangnya.”Jenis unit usaha ini mendapat animo dari masyarakat terutama untuk menopang permodalan usaha yang digelutinya,” kata Syofyardin
“Jenis usaha lain yang diminati nasabah adalah tabungan bajapuik,’ ungkapnya. Jenis usaha ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan bagi semua relasi atau nasabah BPR Syariah Khatulistiwa Pasaman.
Dengan tabungan bajapuik ini, menurut Syofyardin, para nasabah tidak lagi perlu repot untuk datang dan antri di BPR. “Petugas yang akan mendatangi langsung para nasabah ke rumah atau tempat usahanya,,” terangnya.
Berbekal pengalaman dua tahun mengelola lembaga perbankan berprinsip syariah, dan ternyata mengalami kemajuan yang menggembirakan, Syofyardin semakin mantap dalam menatap ke depan.
“Kita melihat prospek yang cukup bagus,” tandasnya. Oleh karena dilandaskan dengan optimisme yang tinggi itu, Syofyardin mengaku sedang merencanakan ekspansi usaha.
Menumbuhkan UMKM
Salah satu segmen yang dibidik oleh BPR Syariah Khatulistiwa Pasaman adalah para pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) di daerah tersebut.
“Sejauh ini pelaku UMKM. itu yang menjadi nasabah terbanyak kami,’ terangnya. “Kami hadir untuk memberikan solusi pembiayaan kepada para pelaku UMKM dengan menerapkan prinsip syariah,” sebutnya.
Selain dimaksudkan untuk mendukung usaha UMKM, menurut Syofyardin, langkah tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung Visi Pemkab Pasaman untuk memajukan dunia usaha di daerah ini. (spa)












