BeritaKAMPUS UNP

Ganefri Dorong LPTK Jadi Penggerak Ekosistem Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

4
×

Ganefri Dorong LPTK Jadi Penggerak Ekosistem Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

BALI, RELASIPUBLIK— Senior Eksekutif Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Drs. Ganefri, M.Pd., Ph.D., mendorong Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) meningkatkan peran dari sekadar mencetak lulusan menjadi penggerak ekosistem pendidikan yang menghasilkan dampak nyata.

Hal itu disampaikan Ganefri saat menjadi pembicara pada Konferensi Nasional Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Indonesia (KONASPI) XII 2026 di Nusa Dua Bali Convention Center, Bali, Sabtu (3/10/2026).

Dalam materi bertajuk “Penguatan LPTK untuk Menjaga Mutu Pendidikan, Menggerakkan Transformasi, dan Mewujudkan Dampak Menuju Indonesia Emas 2045”, Ganefri menekankan pentingnya kolaborasi antara LPTK, pemerintah, sekolah, dunia usaha dan industri, komunitas, serta mitra global.

Menurutnya, berbagai persoalan pendidikan, mulai dari kesenjangan pembelajaran, distribusi guru, perkembangan kecerdasan artifisial (AI), hingga pemerataan mutu pendidikan, tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi.

Karena itu, LPTK perlu mengambil peran sebagai Quality Guardian, Transformation Engine, dan Ecosystem Orchestrator yang menghubungkan talenta, pedagogi, riset, inovasi, data, dan kemitraan.

Ganefri juga menegaskan, keberhasilan kolaborasi tidak cukup diukur dari jumlah nota kesepahaman (MoU), kegiatan, maupun publikasi. Kerja sama harus diarahkan pada perubahan yang terukur dan dapat diperluas melalui pendekatan Co-Diagnose, Co-Design, Co-Invest, Co-Deliver, Co-Measure, dan Co-Scale.

“Partnership is not the goal. Shared impact is the goal,” tegasnya.

Melalui pendekatan tersebut, LPTK diharapkan mampu memperkuat kualitas guru dan praktik pembelajaran, meningkatkan mutu sekolah, serta memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari arah transformasi LPTK menuju 2045 melalui tahapan Connect, Integrate, Scale, dan Lead. Tahapan ini diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu menjaga mutu, mendorong transformasi, dan menghasilkan dampak berkelanjutan.

Penguatan mutu dan ekosistem pendidikan tersebut juga sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidik dan pembelajaran.