Berita

LPJK Sebut Jakarta Jadi Benchmark Jasa Konstruksi Nasional, Ini Alasannya

4
×

LPJK Sebut Jakarta Jadi Benchmark Jasa Konstruksi Nasional, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, RELASIPUBLIK – DKI Jakarta memiliki posisi strategis dalam industri jasa konstruksi nasional. Besarnya jumlah kontraktor dan konsultan membuat ibu kota menjadi salah satu tolok ukur perkembangan sektor konstruksi di Indonesia.

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementerian Pekerjaan Umum, Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. menilai besarnya konsentrasi pelaku usaha tersebut menempatkan Jakarta dalam posisi penting. Hal itu ia sampaikan dalam Forum Jasa Konstruksi DKI Jakarta 2026 yang digelar di Gedung Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta, Selasa (13/10).

“Makanya Jakarta itu suka enggak suka, mau enggak mau jadi benchmark nasional. Pasti karena jumlah pelakunya di situ,” ujar Insannul.

Kontraktor dan Konsultan Terkonsentrasi di Jakarta

Data yang dipaparkan Insannul menunjukkan Jakarta memiliki 7.799 kontraktor dari total 99.057 kontraktor secara nasional. Dengan demikian, sekitar 7,9% kontraktor Indonesia beroperasi di ibu kota.

Jumlah konsultan konstruksi juga memperlihatkan konsentrasi serupa. Jakarta memiliki 1.029 konsultan dari sekitar 10.000 konsultan konstruksi secara nasional.

“Jadi dari 38 provinsi itu, 10 persen konsultan ada di Jakarta,” kata Insannul saat menjelaskan sebaran konsultan konstruksi di Indonesia.

Menurutnya, besarnya jumlah pelaku usaha membuat perkembangan jasa konstruksi Jakarta patut menjadi perhatian pemangku kepentingan. Kondisi tersebut juga menempatkan Jakarta dalam posisi strategis untuk menggambarkan dinamika industri konstruksi nasional.

 

Kapasitas Badan Usaha Jadi Perhatian

Selain kontraktor dan konsultan, Insannul menyoroti jumlah badan usaha konstruksi berkualifikasi besar di Jakarta. Ia menyebut terdapat 3.016 badan usaha dalam kategori tersebut berdasarkan data yang dipaparkannya.

“SKU besarnya itu paling banyak di Jakarta. Jumlahnya 3.016,” ujar Insannul.

Besarnya jumlah badan usaha itu memperlihatkan skala industri konstruksi yang berkembang di ibu kota. Namun, posisi Jakarta sebagai tolok ukur nasional juga membuat pengembangan kapasitas pelaku usaha menjadi perhatian penting.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai besarnya peran Jakarta dalam ekosistem jasa konstruksi Indonesia. Ke depan, kapasitas badan usaha dan konsultan akan tetap menjadi bagian penting dalam pembahasan pengembangan industri konstruksi nasional.