BeritaDaerahKabupaten Tanah DatarTERBARU

Proyek Sabo Dam Ditargetkan Rampung 2027, Zigo Rolanda Minta Kualitas Pekerjaan Dijaga

14
×

Proyek Sabo Dam Ditargetkan Rampung 2027, Zigo Rolanda Minta Kualitas Pekerjaan Dijaga

Sebarkan artikel ini

TANAHDATAR,RELASIPUBLIK– Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meminta percepatan pembangunan sabo dam di Batang Malana, Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Ia menekankan pentingnya percepatan pekerjaan dengan tetap mengutamakan keselamatan pekerja.

Zigo menyampaikan hal tersebut saat meninjau pembangunan sabo dam dalam rangka reses perseorangan Anggota DPR RI Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027, Jumat (23/10/2026).

Peninjauan itu bertujuan melihat langsung perkembangan pembangunan infrastruktur pengendali sedimen dan material lahar Gunung Marapi. Zigo juga ingin memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat setempat.

Ia mengatakan, upaya mendorong pembangunan sabo dam telah dimulai sejak akhir 2024. Saat itu, ia berupaya mempercepat realisasi pembangunan melalui komunikasi dengan jajaran Direktorat Jenderal terkait.

“Pada akhir 2024, kita mulai mendorong agar pembangunan ini segera direalisasikan. Sekitar Februari, saya menghubungi Pak Dirjen untuk membahas percepatan pembangunan tersebut,” kata Zigo.

Menurutnya, pembangunan kemudian berlanjut hingga tahap pelaksanaan pada 2025. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp249 miliar dengan target penyelesaian pada 2027.

Zigo menjelaskan, rencana pembangunan awalnya mencakup enam titik. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi sepuluh titik. Di kawasan Batang Malana, terdapat tiga titik pembangunan, sedangkan sejumlah titik lainnya berada di Kabupaten Agam.

Berdasarkan pemantauan dan laporan di lapangan, progres pekerjaan masih berjalan sesuai rencana. Namun, ia meminta pelaksana proyek memperhatikan percepatan pekerjaan karena akhir tahun dan musim hujan mulai mendekat.

“Sekarang sudah mendekati akhir tahun dan musim hujan juga sudah tiba. Karena itu, percepatan pekerjaan perlu menjadi perhatian, tetapi keselamatan pekerja tetap harus diutamakan,” ujarnya.

Selain meninjau progres fisik, Zigo juga memperhatikan dukungan masyarakat terhadap pembangunan tersebut. Ia menyebut masyarakat dan pemerintah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan proyek.

Ia turut menampung masukan warga mengenai material yang digunakan dalam pembangunan sabo dam. Menurutnya, masukan masyarakat perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan pekerjaan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan setempat.

Zigo berharap pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari target kontrak apabila kondisi pelaksanaan memungkinkan. Meski demikian, percepatan tetap harus memperhatikan standar keselamatan dan kualitas pekerjaan.

Dalam peninjauan itu, Zigo menerima informasi bahwa progres salah satu titik telah mencapai sekitar 90 persen. Sementara itu, progres pada titik lainnya bervariasi, mulai dari lebih dari 80 persen hingga sekitar 35 persen.

Terkait pendanaan, Zigo menyebut alokasi anggaran sekitar Rp96 miliar pada tahun ini dan sekitar Rp115 miliar pada tahun berikutnya. Rincian total anggaran dan alokasi tahunan tersebut masih perlu disesuaikan dengan data resmi proyek.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi, Kepala Balai Cipta Karya Sumatera Barat Maria Doeni Isa, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Yogi Pratama dan Zuldafri Darma, Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdurrahman Hadi.

Pembangunan sabo dam di kawasan aliran Gunung Marapi diharapkan mendukung pengendalian sedimen dan material lahar. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana bagi masyarakat di wilayah terdampak. (***)