BeritaNasionalTERBARU

Kebakaran Lereng Lawu Mulai Padam, Perhutani Lanjutkan Pendinginan

8
×

Kebakaran Lereng Lawu Mulai Padam, Perhutani Lanjutkan Pendinginan

Sebarkan artikel ini

Karanganyar,RELASIPUBLIK–Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu yang sempat meluas akibat angin kencang mulai padam sejak 23 Oktober 2026. Petugas Perhutani bersama relawan masih melakukan pendinginan di bekas lokasi kebakaran pada Sabtu (24/10/2026) untuk memastikan bara yang tersisa, terutama di tunggak pohon, tidak kembali memicu api.

Upaya pemadaman dilakukan sejak 15 Oktober 2026, ketika petugas Perhutani menemukan lima titik api di petak 28 dan 32 RPH Blumbang, BKPH Lawu Utara, KPH Surakarta. Petugas langsung melakukan pemadaman secara manual menggunakan gepyok dan jet shooter.

Angin kencang menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran. Api merembet hingga ke blok wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Mangkunegoro I. Sehari setelah ditemukan, kebakaran di kawasan hutan Perhutani seluas 34,55 hektare telah padam dan memasuki tahap pendinginan, sedangkan api yang masuk ke kawasan Tahura justru semakin membesar.

Pada 16–18 Oktober, kebakaran mulai mereda. Meski demikian, petugas tetap menyisir kawasan terdampak untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Pada pagi 18 Oktober, penyisiran dilakukan di petak hangus RPH Blumbang pada ketinggian sekitar 1.900 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di kawasan Gondosuli, Karanganyar, yang berada pada ketinggian hampir 2.000 mdpl, petugas mengorek tanah berasap dan memadamkan bara tersembunyi di akar serta serasah. Petugas juga membawa tangki air untuk menjangkau titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api. Helikopter turut dikerahkan membawa ember air untuk membantu pemadaman.

Namun, angin kencang kembali bertiup pada pagi 19 Oktober. Api membesar ke arah Pos 4 Cokro Suryo dan menyebar ke jalur Segorogunung.

Pada 20 Oktober, tercatat 12 titik panas di wilayah Perhutani, terdiri atas 11 titik di petak 63A-1 dan satu titik di petak 63A-2. Peta pemantauan satelit digunakan untuk mengikuti persebaran titik panas tersebut.

Dalam penanganan kebakaran, Perhutani bekerja sama dengan TNI, Polri, BPBD, dan sukarelawan. Selain melakukan pemadaman, tim gabungan juga mengamankan pipa air bersih yang berada di kawasan terdampak.

Perhutani turut mengerahkan tim khusus beranggotakan 15 orang untuk membuat ilaran selebar lima meter di sepanjang lokasi kebakaran. Upaya tersebut dilakukan untuk membatasi penyebaran api ke kawasan lain.

Berdasarkan laporan dari lapangan, api mulai padam sejak 23 Oktober. Sehari kemudian, petugas Perhutani bersama relawan melanjutkan pendinginan menggunakan jet shooter dan cairan fire ade bantuan Damkar Solo. Pendinginan difokuskan pada tunggak pohon yang masih menyimpan bara.

Pada Sabtu (24/10/2026), cuaca di Tawangmangu dilaporkan mendung disertai hujan ringan. Kondisi tersebut diharapkan membantu mempercepat proses pendinginan di bekas lokasi kebakaran.