Kota Solok

RSBG 2026 Diundur, Kota Solok Usung Semangat Bangkit Bersama Arosuka

4
×

RSBG 2026 Diundur, Kota Solok Usung Semangat Bangkit Bersama Arosuka

Sebarkan artikel ini
Foto : Kadis Kominfo Kota Solok Nurzal Gustim, S.STP, M.Si

Kota Solok, Relasipublik.com – Musibah banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, turut dirasakan masyarakat Kota Solok. Sebagai bagian dari entitas Solok, Pemerintah Kota Solok memilih menyesuaikan agenda daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Solok, Nurzal Gustim, S.STP, M.Si yang akrab disapa Agus selaku Ketua Seksi Humas Rang Solok Baralek Gadang, dalam keterangan persnya, Selasa (29/9/2026).

Salah satu agenda yang mengalami perubahan adalah Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026, yang semula dijadwalkan pada 3 Oktober. Setelah melalui kesepakatan Wali Kota Solok bersama Ketua KAN, Ketua LKAAM, dan Ketua Bundo Kanduang, kegiatan tersebut diundur menjadi 10–13 Oktober 2026.

Penyesuaian itu juga disampaikan Pemerintah Kota Solok kepada Gubernur Sumatera Barat melalui surat Wali Kota Solok Nomor B/000/48/DISPORA-2026 tentang Pembukaan Porprov dan Penyelenggaraan RSBG.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang disampaikan Agus, Porprov XVI Sumatera Barat tetap berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Khusus acara pembukaan, pelaksanaannya dipindahkan ke Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Kota Solok tetap menjadi tuan rumah lima cabang olahraga, yakni Taekwondo, Hapkido, Aerosport, Angkat Berat, dan Angkat Besi, yang pelaksanaannya tetap berjalan sesuai jadwal.

Selain mengubah jadwal, Pemerintah Kota Solok juga melakukan penyegaran terhadap konsep RSBG tahun ini.

Sebelumnya, RSBG 2026 dirancang dengan tema “Sawah Dijago, Budaya Dipusako” melalui Festival 13 yang melibatkan 13 nagari. Tahun ini, konsep tersebut dikemas dengan semangat kebersamaan melalui tema:

“RSBG Bangkit Bersama dengan Arosuka.”

Menurut Agus, tema tersebut menjadi pesan solidaritas bagi masyarakat Arosuka sekaligus mengajak warga Kubung 13 menjadikan RSBG sebagai ruang mempererat persaudaraan di tengah situasi bencana.

Dalam keterangan persnya, Agus juga menyampaikan ungkapan adat Minangkabau

“Malang sakijok mato, nan mujua sapanjang hari. Usah dituruik hati ibo, sagalonyo suratan Illahi. Mari kito duduak samo randah, tagak samo tinggi. Saciok bak ayam, sadanciang bak basi.” ungkapnya.

Pesan tersebut menggambarkan ajakan untuk tetap saling menguatkan dan menjaga kebersamaan dalam menghadapi musibah.

Nurzal Gustim mengajak masyarakat dari 13 nagari yang tergabung dalam Kubung 13, baik di Kota Solok maupun Kabupaten Solok, untuk bersama-sama menyukseskan RSBG 2026.

Dengan perubahan jadwal dan konsep tersebut, RSBG diharapkan menjadi momentum kebersamaan masyarakat sekaligus bentuk dukungan moral bagi warga Arosuka.

“Kota Solok hadir untuk Arosuka. Bangkit bersama, kuat bersama.” (A3)