Kota Solok, Relasipublik.com – Penutupan cabang olahraga Hapkido Indonesia pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 di Kota Solok berlangsung lancar dan mendapat perhatian masyarakat serta peserta. Antusiasme atlet, pelatih, dan pendukung menjadi warna tersendiri dalam kejuaraan bela diri tersebut, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pertandingan dengan sukses.
Keberhasilan penyelenggaraan ini tidak hanya menjadi catatan bagi tuan rumah, tetapi juga membuka peluang bagi para atlet untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat yang lebih tinggi. Sejumlah agenda telah menanti, mulai dari Pra-PON, PON Bela Diri, hingga kejuaraan internasional di Brunei Darussalam.

Bendahara Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Hapkido Indonesia Sumatera Barat, Muhammad Ikhlas, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan pertandingan hingga penutupan.
“Alhamdulillah, sampai detik ini kita masih diberikan rida oleh Allah SWT sehingga dapat menyukseskan kegiatan kita bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan Hapkido pada Porprov XVI Sumatera Barat di Kota Solok,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan terdapat kekurangan, terutama dalam hal pelayanan kepada atlet, pelatih, ofisial, maupun pihak lain yang terlibat.
“Atas nama pengurus daerah, kami memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pelaksanaan kegiatan. Semua itu akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik pada masa mendatang,” katanya.
Muhammad Ikhlas mengingatkan para atlet agar tidak larut dalam euforia setelah meraih medali. Menurutnya, prestasi di Porprov merupakan langkah awal untuk menapaki perjalanan panjang sebagai atlet berprestasi.
Bagi atlet yang berhasil naik podium, ia berpesan agar tetap rendah hati, menjaga disiplin, serta terus meningkatkan kemampuan. Sementara itu, peserta yang belum memperoleh medali diharapkan tidak berkecil hati dan menjadikan hasil pertandingan sebagai motivasi untuk berlatih lebih keras.
“Bagi atlet yang mendapatkan medali, jangan terlalu euforia karena ini baru awal perjalanan kalian. Teruslah berlatih dan tingkatkan kemampuan. Bagi yang belum berhasil, mari kita tingkatkan lagi kualitas diri dan tunjukkan jati diri kita kepada masyarakat melalui prestasi,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam olahraga bela diri tidak hanya ditentukan oleh kemenangan di arena, tetapi juga oleh kedisiplinan, mental bertanding, sportivitas, dan konsistensi dalam menjalani latihan.
Ia berharap pelaksanaan Porprov pada edisi berikutnya mampu menarik lebih banyak peserta serta menghadirkan kompetisi yang semakin berkualitas.
“Semoga Porprov ke depan diikuti lebih banyak peserta dan penyelenggaraannya semakin sukses. Mudah-mudahan pembinaan Hapkido di Sumatera Barat terus berkembang sehingga mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.
Sosok Yon Deri Karata di Balik Perkembangan Hapkido
Keberhasilan kejuaraan Hapkido pada Porprov XVI Sumatera Barat di Kota Solok tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang terus mendorong perkembangan olahraga bela diri tersebut. Salah satu sosok yang mendapat perhatian adalah Sanim Yon Deri Karata, yang dinilai memiliki semangat tinggi dalam memperkenalkan, mengembangkan, dan memajukan Hapkido di Sumatera Barat.
Dedikasi dalam pembinaan menjadi bagian penting bagi keberlangsungan olahraga ini, terutama dalam memperluas partisipasi atlet, meningkatkan kualitas latihan, serta membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkompetisi di berbagai tingkatan.
Penyelenggaraan di Kota Solok sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet dan memperluas pengenalan Hapkido kepada masyarakat. Dengan dukungan pengurus, pelatih, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan, cabang olahraga ini diharapkan semakin berkembang dan mampu bersaing dalam kejuaraan yang lebih besar.
Berakhirnya pertandingan bukanlah garis finis bagi para atlet. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi titik awal untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya, termasuk Pra-PON, PON Bela Diri, dan kejuaraan internasional di Brunei Darussalam.
Semangat, disiplin, dan kerja keras yang telah ditunjukkan selama Porprov XVI Sumatera Barat diharapkan menjadi modal penting bagi atlet Hapkido untuk mengharumkan nama daerah pada panggung olahraga yang lebih tinggi. (A3)












