BeritaDaerahKota Padang

21 Kota Bersatu di APEKSI 2026, Padang Siap Pimpin Kolaborasi Penanggulangan Bencana

18
×

21 Kota Bersatu di APEKSI 2026, Padang Siap Pimpin Kolaborasi Penanggulangan Bencana

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh, relasipublik – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menekankan pentingnya memperkuat solidaritas antarkota dalam menghadapi tantangan fiskal, urbanisasi, dan mitigasi bencana pada Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026, di Hotel Muraya Banda Aceh, Provinsi Aceh, Senin (20/4/2026).

Forum yang diikuti 21 pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI itu dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Unsur Pengarah BNPB, Dirhamsyah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, serta para Wali Kota dan Wakil Wali Kota se-Komwil I APEKSI.

Mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat”, forum ini menghasilkan 24 draft rekomendasi strategis yang mencakup penguatan kapasitas fiskal daerah, inovasi pembangunan perkotaan, hingga penguatan kerja sama antardaerah dalam penanganan bencana.

Salah satu keputusan penting, Kota Padang ditetapkan secara aklamasi sebagai tuan rumah seminar penguatan kerja sama penanggulangan bencana lintas pemerintah kota Komwil I APEKSI. Sementara Kota Dumai dipercaya menjadi tuan rumah Raker Komwil I APEKSI 2027.

“Raker ini melahirkan aksi nyata, bukan sekadar forum diskusi. Ada semangat solidaritas yang kuat, termasuk dukungan pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah terdampak bencana, serta komitmen memperkuat kerja sama konkret antar pemerintah kota,” ujar Maigus.

Ia menegaskan bahwa Kota Padang siap mengemban amanah sebagai tuan rumah seminar kebencanaan untuk memperkuat skema kolaborasi melalui perjanjian kerja sama antar pemerintah kota Komwil I APEKSI.

“Semoga nanti terwujud perjanjian kerja sama antar pemerintah kota untuk membantu daerah terdampak bencana, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kawasan Sumatera menghadapi ancaman bencana yang cukup kompleks,” tukas Maigus Nasir.

Sementara itu, Mendagri Muhammad Tito Karnavian dalam arahannya menekankan delapan klaster program prioritas nasional, termasuk konsistensi desain tata ruang kota, mitigasi bencana berbasis kawasan, serta pengelolaan urbanisasi agar tidak memicu krisis demografi dan tekanan pembangunan di daerah.

“Tata ruang, pengendalian urbanisasi, transisi energi, dan ketahanan fiskal menjadi pijakan strategis bagi pemerintah kota dalam menjawab tantangan masa depan. Saya berharap seluruh daerah menyikapi secara baik, termasuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi,” harapnya.

Ketua Komwil I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyebut raker ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan agenda kota-kota di Sumatera dengan prioritas nasional. Menurutnya, rekomendasi yang dihasilkan, termasuk agenda seminar di Tebing Tinggi, Batam, dan Padang, akan menjadi pijakan menuju Rakernas APEKSI XVIII di Kota Medan pada 28 Juni-4 Juli 2026.

“APEKSI adalah rumah besar yang menghadirkan solusi konkret bagi kota-kota anggota. Kami mengapresiasi 21 delegasi kota yang hadir dan berkontribusi dalam forum ini,” ujar Wali Kota Medan tersebut.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengapresiasi kehadiran seluruh delegasi yang mengikuti sejumlah agenda strategis pada Raker Komwil I APEKSI 2026, 19-22 April 2026 di Banda Aceh.

“Kami bangga menjadi tuan rumah forum strategis ini. Di samping memperkuat kolaborasi antar kota, juga turut membantu perputaran ekonomi bagi Banda Aceh,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *