Kabupaten Tanah Datar

TKD Terpangkas, Panyalaian Susun Prioritas Pembangunan

2
×

TKD Terpangkas, Panyalaian Susun Prioritas Pembangunan

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Pemerintah Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nagari (Musrenbangnag) di Aula Kantor Nagari Panyalaian, Senin (14/9/2026).

Musrenbang tersebut menjadi ruang strategis bagi pemerintah nagari, lembaga nagari, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan serta berbagai unsur masyarakat untuk menyusun arah pembangunan nagari secara partisipatif, sekaligus menyikapi kondisi fiskal yang semakin terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran dan berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).

Sekretaris Nagari Panyalaian, Wike Fitria Putri, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang merupakan bagian penting dalam tahapan perencanaan pembangunan nagari. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan penyusunan program dan kegiatan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan nagari.

Menurutnya, perencanaan pembangunan tidak hanya bertumpu pada satu sumber pembiayaan. Pemerintah Nagari Panyalaian akan mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan yang sah, baik melalui Dana Desa, Alokasi Dana Nagari, bagi hasil pajak dan retribusi daerah, bantuan pemerintah daerah maupun provinsi, serta dukungan program dari pemerintah pusat dan sumber pendanaan lainnya sesuai ketentuan.

“Musrenbang menjadi momentum untuk menyusun perencanaan secara bersama-sama, sehingga program yang ditetapkan benar-benar berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas masyarakat,” ujar Wike.

Ia menegaskan, di tengah keterbatasan anggaran, diperlukan ketepatan dalam menentukan prioritas agar setiap rupiah anggaran nagari memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sementara itu, Wali Nagari Panyalaian Dedi Sutani Dt. Rangkai Putiah menegaskan Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat administratif, melainkan forum strategis untuk menentukan arah pembangunan nagari.

“Musrenbang merupakan agenda rutin sekaligus strategis. Di sinilah kita menentukan apa yang menjadi kebutuhan dan prioritas pembangunan nagari berdasarkan kondisi riil masyarakat,” katanya.

Dedi menjelaskan, Pemerintah Nagari Panyalaian akan tetap berupaya merealisasikan pembangunan yang telah direncanakan, meskipun ruang fiskal saat ini menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran.

Ia menyampaikan berbagai realisasi pembangunan nagari pada tahun berjalan serta gambaran alokasi anggaran nagari tahun 2026. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya pembangunan, namun justru harus dijawab dengan perencanaan yang lebih cermat, efektif dan inovatif.

“Kalau anggaran terbatas, kita harus semakin selektif. Yang kita dahulukan adalah program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak terhadap peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.

Selain mengandalkan kemampuan keuangan nagari, Pemerintah Nagari Panyalaian juga terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat, mengembangkan potensi nagari serta membuka peluang usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat.

“Kita tidak bisa hanya berharap dari APBN atau APBD. Nagari harus aktif membangun kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga potensi ekonomi masyarakat bisa dikembangkan dan memberikan nilai tambah,” ujar Dedi.

Ia berharap seluruh usulan yang muncul dalam Musrenbang tidak berhenti sebagai daftar keinginan, tetapi benar-benar disusun berdasarkan skala prioritas, urgensi, manfaat dan kemampuan pembiayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Camat X Koto M. Yahya Suryadi Putra, S.STP, memberikan arahan sekaligus mengingatkan seluruh peserta bahwa Musrenbang merupakan instrumen penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Musrenbang adalah proses menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kemampuan anggaran serta kebijakan pembangunan pemerintah di berbagai tingkatan.

“Musrenbang bukan tempat untuk sekadar menyampaikan sebanyak-banyaknya usulan. Yang paling penting adalah bagaimana kita menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan dan kemampuan anggaran,” jelasnya.

Camat juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang menghadapi tantangan cukup berat, terutama akibat pengurangan TKD yang sangat besar. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama karena akan berdampak terhadap kemampuan pemerintah daerah maupun nagari dalam membiayai berbagai program pembangunan.

Karena itu, ia meminta pemerintah nagari dan masyarakat semakin cermat menyusun prioritas, sekaligus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, kabupaten maupun pihak lainnya.

“Situasi anggaran saat ini memang tidak mudah. Karena itu, kita harus menyusun perencanaan secara realistis, jangan sampai program yang dibuat tidak sejalan dengan kemampuan pembiayaan,” katanya.

Selain persoalan pembangunan, Yahya juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang belakangan cukup berubah-ubah.

Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan, terutama menghadapi perubahan cuaca yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

“Jaga kesehatan, terutama dengan kondisi cuaca saat ini. Kemudian Kamtibmas juga harus menjadi perhatian kita bersama. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat,” tegasnya.

Musrenbang Nagari Panyalaian diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, realistis dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Di tengah menyusutnya ruang fiskal, tantangan pembangunan Panyalaian bukan sekadar bagaimana mendapatkan anggaran, tetapi bagaimana mengubah keterbatasan menjadi peluang melalui perencanaan yang tepat, kolaborasi lintas pihak dan penguatan potensi ekonomi nagari. (d13)