Kabupaten Tanah Datar

9,5 Hektare untuk Masa Depan: Sekolah Rakyat Tanah Datar Resmi Disiapkan, Pendidikan Gratis untuk 3.000 Siswa

3
×

9,5 Hektare untuk Masa Depan: Sekolah Rakyat Tanah Datar Resmi Disiapkan, Pendidikan Gratis untuk 3.000 Siswa

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Komitmen memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Tanah Datar memasuki babak konkret. Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Nagari Tanjung Alam resmi mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan segera memasuki tahap pembangunan.

Langkah cepat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dengan menuntaskan penyediaan lahan. Sebidang tanah seluas 9,5 hektare secara resmi diserahkan keluarga besar H. Daniel Sutan Sinaro kepada pemerintah daerah untuk kepentingan pembangunan SR.

Penyerahan aset berlangsung di Jorong Gantiang Ateh, Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Jumat (27/2/2026), dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly.

Anton Yondra, mewakili keluarga besar H. Daniel Sutan Sinaro—orang tua Dony Oskaria, COO Danantara Indonesia—menyampaikan bahwa penyerahan lahan dilakukan secara ikhlas demi kepentingan umum.

“Alhamdulillah, niat keluarga untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Datar dapat terwujud melalui penyerahan tanah 9,5 hektare ini. Semoga memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis untuk membuka akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Pembangunan ini sudah lama kita idamkan. Dengan dukungan niniak mamak dan masyarakat, kita optimistis Sekolah Rakyat segera terwujud,” katanya.

Sekolah Rakyat di Tanjung Alam direncanakan mampu menampung sekitar 3.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Pembangunan yang ditargetkan mulai 2026 itu diperkirakan menelan anggaran Rp250–300 miliar, lengkap dengan asrama, rumah ibadah, fasilitas olahraga, klinik kesehatan, sarana air bersih, dan akses jalan memadai. Seluruh siswa akan mendapatkan pendidikan gratis, dengan peluang melanjutkan melalui Beasiswa Garuda bagi yang berprestasi.

Lebih dari sekadar proyek fisik, pembangunan SR diyakini menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru bagi Nagari Tanjung Alam dan sekitarnya. Pendidikan, dalam visi pemerintah daerah, adalah fondasi utama membangun masa depan Tanah Datar yang lebih adil dan berdaya saing.

Dalam kesempatan yang sama, keluarga besar turut menyerahkan satu unit ambulans untuk Masjid Raya Tanjung Alam—sebuah simbol bahwa investasi sosial tidak berhenti pada bangunan sekolah, tetapi juga menyentuh kebutuhan kemanusiaan masyarakat luas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *