Kabupaten Tanah Datar

Hari Kedua Bimtek Wartawan Tanah Datar Bahas Standar Etika, Profesionalisme, dan Penguatan Kemitraan dengan Kepolisian

54
×

Hari Kedua Bimtek Wartawan Tanah Datar Bahas Standar Etika, Profesionalisme, dan Penguatan Kemitraan dengan Kepolisian

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Hari kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Wartawan dan Media Mitra Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Kamis (27/11), di Grand Rocky Hotel Bukittinggi berjalan dinamis dan sarat materi penguatan kompetensi. Dua narasumber utama, Sekretaris PWI Sumbar Firdaus Abie, dan Kasat Reskrim Polres Tanah Datar AKP Surya Wahyudi, SH, memberikan paparan profesional yang menekankan pentingnya etika, integritas, serta kemitraan strategis antara media dan kepolisian.

Etika Jurnalistik Jadi Pondasi Utama Wartawan

Dalam sesi pertama, Firdaus Abie menegaskan bahwa kerja jurnalistik tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga memastikan setiap informasi terukur, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Wartawan adalah profesi yang bekerja dengan standar. Ada SOP, ada etika, dan ada tanggung jawab publik. Di lapangan, seorang jurnalis harus memahami batasan, menghormati privasi narasumber, serta memastikan verifikasi sebelum publikasi,” tegasnya.

Ia juga menguraikan perbedaan mendasar antara media massa dan media sosial. Menurutnya, media massa tunduk pada UU Pers, diuji verifikasinya, memiliki redaksi, serta terikat kode etik. Sebaliknya, media sosial merupakan ruang bebas yang tidak memiliki mekanisme kontrol redaksional, sehingga rentan hoaks dan pelanggaran etika.

“Wartawan bukan buzzer dan bukan penyebar sensasi. Tugasnya menjaga marwah informasi,” ujarnya menambahkan.

Polres Tekankan Media sebagai Mitra Ideal yang Kuat dan Berintegritas

Sesi kedua diisi AKP Surya Wahyudi, SH, yang memaparkan perspektif kepolisian terkait hubungan ideal antara media dan institusi penegak hukum. Ia menilai media memegang peran strategis dalam menjaga keterbukaan informasi publik sekaligus menciptakan ruang edukatif bagi masyarakat.

“Media yang ideal adalah yang kuat, informatif, berintegritas, dan menjunjung tinggi etika serta keberimbangan. Bagi kami, media adalah mitra yang membantu menjaga stabilitas informasi dan mencegah penyebaran isu yang menyesatkan,” ungkapnya.

AKP Surya menekankan pentingnya akurasi, ketepatan istilah hukum, serta pengelolaan pemberitaan yang tidak mengganggu proses penyelidikan. Ia juga mengajak wartawan memahami pembagian kewenangan dan batasan informasi yang dapat dipublikasikan.

Strategi Membangun Kemitraan Polisi–Media

Dalam pemaparannya, AKP Surya Wahyudi juga menyampaikan rumusan strategi kemitraan ideal yang dapat memperkuat sinergi kedua pihak:

Dialog terbuka: membangun komunikasi rutin untuk meminimalisir miskomunikasi.

Transparansi terukur: kepolisian menyediakan informasi sesuai kaidah hukum, media memastikan penyajian yang berimbang.

Pelatihan bersama: peningkatan kapasitas baik dalam hal teknik peliputan, manajemen krisis, maupun pemahaman terminologi hukum.

Kerja sama kampanye publik: menggelar edukasi bersama terkait keselamatan, hukum, dan program sosial.

Mendukung penegakan hukum: media berperan memberitakan secara objektif tanpa mengintervensi proses penyidikan.

Bimtek Jadi Momentum Penguatan Peran Media di Daerah

Hari kedua Bimtek ini diikuti puluhan wartawan dari berbagai platform media. Atmosfer diskusi berlangsung aktif, menunjukkan komitmen insan pers untuk terus meningkatkan profesionalisme sekaligus memperkuat hubungan dengan institusi pemerintah dan aparat keamanan.

Kegiatan Bimtek yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Dedi Tri Widono , S.STP ini akan berlanjut hingga 29 November, dengan harapan menjadi ruang bertumbuhnya jurnalisme yang sehat, humanis, dan berdampak positif bagi masyarakat Tanah Datar(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *