Berita

Dialog Andre dan Warga Korban Bencana Galodo Padang: Ada Tumpukan Kayu Pak

60
×

Dialog Andre dan Warga Korban Bencana Galodo Padang: Ada Tumpukan Kayu Pak

Sebarkan artikel ini

Padang,relasipublik – Hujan ekstrem berhari-hari sirami ranah minang, Rabu, sungai menguap dan mengamuk, air membawa bermacam material dari hulu.

Mendengar dan melihat masifnya banjir di banyak daerah di Sumbar, Anggota DPR RI, Ketua Umum DPP IKM Andre Rosiade pun terbang ke Padang, meninggalkan kesibukan di Senayan sana selaku Wakil Ketua Komisi 6 DPR RI.

“Tinggalkan semua di sini, daerah pemilihan saya, Provinsi Sumatra Barat diterjang bencana, ‘ranah minang baurai aie mato’, saya pimpin langsung aksi kemanusian kepada ratusan ribu warga terdampak bencana,”ujar Andre Rosiade, Kamis siang, 27/11-2025 kepada Sekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Bradity Moulevey atau terkenal dengan Uda Levi saat landing di BIM Padang Pariaman.

Andre Rosiade memang wakil rakyat yang level kepeduliannya di atas banyak tokoh di Sumbar, dia ke lokasi bencana Tabing Banda Gadang (Kamis senja,red) di sana Andre berbaur dengan warga korban banjir bandang, di tengah hujan dan air warna coklat mengenang, listrik mati dan air bersih dari PDAM Padang pun mati, lengkap sudah nestapa di Tabing Banda Gadang itu.

“Sabar pak ibu, saya bawa nasi bungkus untuk makan malam, pokoknya bersama kita hadapi bencana ini,”ujar Andre saat berdialog didampingi Wako Padang Fadly Amran dan Wakil Walikota Padang Maigus Nasir.

“Pak Andre tolong di belakang daerah ini ada tumpukan kayu di bawak air bah, tumpukannya sudah se tinggi rumah,”ujar seorang ibu ke Andre.

“Tenang bu alat berat saya besok siap bekerja membersihkannya, juga membersihkan tumpukan lumpur,”ujar Andre.

Jalan ke lojasi bencana lain, Andre Rosiade bergumam, bencana ini terjadi karena alam murka.

“Ini pasti karena pembalakan liar di huan hulu sungai,”ujar Andre Rosiade.

Bahkan di Instagram, Andre juga menyaksikan bagaimana pesisir pantai Air Tawar seperti di potongan kayu dan serpihan kayu bertumpuk panjang di sepanjang pantai.

“Nih lihat, laut tak akan menerima sampah, laut pasti mengeluarkannya lagi,”ujar Andre melihatkan layar Iphone nya ke Uda Levi.

Andre tak sekedar mengutuk saja, saat bertemu Kapolda Sumbar Irjend Pol Gatot di Mapolda Andre pun minta Kapoda untuk mengusut dan tegakan hukum pada pelaku Ilegal Loging.

“Sudah lah Pak Kapolda tindak tegas saja, alam sudah memperlihatkan bukti, bahwa galodo atau banjir bandang membawa potongan kayu dari praktek ilegal loging”ujar Andre saat serahkan bantuan untuk dapur umum di lokasi bencana.

“Siap kami sudah sidik atas praktek ilegal loging ini,”ujar Kapolda Irjen Pol Gatot.

Sementara itu Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi juga mengakui kalau potongan kayu bukan dipotong air, bukan digergaji angin.

“Itu karena dipotong oleh tagan-tangan manusia, pohon itu adalah ‘pasak bumi’ selain memberikan kehidupan kepada bumi juga menahan air, kalau pasak bumi ditebang maka alam akan menghukumnya sendiri. Tapi korbannya tidak si pelaku ilegal loging itu, namun korban masyarakat yang tak berdosa “ujar Adrian biasa di sapa Toaik.

“Hari ini ‘ranah minang baurai air mato’, selain aksi humanity, tentu air bah itu membawa bukti menjadi awal penegakan hukum,”ujar Toaik.

Andre Rosiade terus bergerak dari titik lokasi bencana ke lokasi yang lain, sampai Jumat 28/11-2025, mulai Lumin Park sampai Kampung Berok Baru Siteba, Komplek Berindo dan berakhir di Unand Limau manis, Andre Rosiade menemui mahasiswa kos dan warga yang mengungsi ke Masjid Nurul Ilmi.

“Hari ini (Sabtu,red) kita lanjut aksi bantu masyarakat yang ditimpa musibah, Ya Allah kuatkanlah warga korban bencana menghadapi bencana ini,”ujar Andre Rosiade lirih. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *