Kota Padangpanjang

Pemko Gelar Rakor, Padang Panjang Masuki Tahap Pemulihan Pascabencana

18
×

Pemko Gelar Rakor, Padang Panjang Masuki Tahap Pemulihan Pascabencana

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG,  RELASIPUBLIK.com – Memasuki hari keempat pascabencana banjir dan longsor yang melanda kota, Pemerintah Kota Padang Panjang bersama unsur Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk menetapkan arah kebijakan masa pemulihan, Ahad (30/11/2025) malam di Posko Komando Markas Koramil 01/PP.

Rapat ini membahas pengaturan kembali posko pengungsian, aktivitas sekolah, percepatan pencarian korban, serta pembersihan material longsor.

Rapat dipimpin Wali Kota, Hendri Arnis, didampingi Wakil Wali Kota, Allex Saputra, serta dihadiri unsur Forkopimda, BMKG, Basarnas, dan seluruh instansi teknis terkait.

Perwakilan BMKG dalam paparannya menyampaikan, cuaca secara umum mulai membaik, namun dalam sepekan ke depan Sumatera Barat masih berpotensi dilanda hujan dengan intensitas bervariasi.

Sementara itu, Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi menyampaikan, warga yang ingin kembali ke rumah sudah diperbolehkan mulai Senin pagi setelah sarapan, bukan malam ini, demi memastikan keselamatan.

Aktivitas sekolah juga dinilai sudah dapat dibuka kembali mengingat kondisi cuaca yang lebih stabil. Adapun pembersihan material di Jembatan Kembar masih berlangsung.

Dari Basarnas dilaporkan, penyisiran korban hilang telah dilakukan sejak pagi, namun debit air yang masih tinggi membuat beberapa titik rawan sulit dijangkau.

Kapolres, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menambahkan, jalur menuju Lembah Anai tetap ditutup dan perlu diberi plank pemberitahuan.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak HKI memperkirakan penyambungan jalan bisa selesai dalam satu bulan, sementara pembangunan jalan layang membutuhkan waktu lebih lama.

Usai mendengar seluruh laporan, Wako Hendri menetapkan, mulai besok Padang Panjang memasuki masa pemulihan. Sektor pendidikan kembali dibuka, pembersihan material dilanjutkan, dan warga dipersilakan pulang ke rumah masing-masing dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Sekolah kembali dibuka, kecuali bagi siswa yang terdampak langsung serta yang tinggal di jalur Lembah Anai. Untuk warga, silakan pulang besok pagi setelah hujan reda, namun tetap waspada. Rumah di zona merah belum diperbolehkan ditempati dan warga terdampak longsor tetap harus berada di pengungsian,” tegasnya.

Dalam hal pencarian korban, Wako Hendri menekankan perlunya percepatan dan menegaskan bahwa tambahan alat berat maupun personel akan segera dikerahkan.

“TNI/Polri, Tagana, BPBD, Satpol PP, Damkar, dan relawan siap kami kerahkan sesuai kebutuhan lapangan,” ujarnya.

Wako juga memerintahkan Dinas PUPR untuk memperbarui pemetaan zona aman dan terlarang untuk pembangunan. “Jangan biarkan warga kembali membangun di tepi sungai atau tebing. Pastikan lokasi pembangunan benar-benar aman agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. (gito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *