Padang, relasipublik – Hajatan besar PWI Sumbar, bagai mengingatkan pepatah lama. Sekali merengkuh dayung, dua pulau terlampau. Sekali mambukak puro, dua tiga hutang dilunasi. Pengurus PWI Sumbar dan Pengurus IKWI Sumbar, dilantik bersamaan di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, di Padang, Selasa (3/2), sekaligus diumumkan susunan Dewan Pakar dan
Dewan Penasehat Sumbar.
Pada dua prosesi pelantikan sekaligus tersebut, Ketua PWI Sumbar Widya Navies dilantik oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Ketua IKWI Sumbar Erlina SH dilantik oleh Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana.
Kendati anggota PWI Sumbar lebih dari 500 orang, namun struktur kepengurusannya tergolong ramping.
Ada 30 orang Pengurus Harian dan 5 orang Pengurus Dewan Kehormatan Provinsi, diketuai Zul Effendi.
Ke-35 pengurus tersebut dipercaya mengemban amanah organisasi hingga tahun 2029.
“Pelantikan ini merupakan rangkaian kegiatan yang tertunda,” kata Ketua Panitia Sawir Pribadi sembari menyebutkan, kepengurusan terbentuk dari hasil Konferensi Luar Biasa (KLB) PWI Sumbar, 22 Mei 2024. Ketika hendak dilantik, terjadi kemelut di PWI Pusat, sehingga pelantikan PWI Sumbar ditunda.
Menariknya, kepengurusan ini telah memiliki tiga SK. Ketika kepengurusan ditetapkan, di SK-kan Ketua Umum PWI Pusat dimasa itu, Hendri Ch Bangun. Beberapa hari berselang, ada kemelut. Rencana [elantikan ditunda. Beberapa bulan kemudian, di-SK-kan oleh Plt Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang. Pascakongres Persatuan PWI, di-SK-kan Ketua Umum Akhmad Munir.
Terhadap SK tersebut, ternyata Zulmansyah Sekedang turut menandatangani ketiganya dalam kapasitas berbeda, yakni Ketua Bidang Organisasi, Plt Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.
Ketua PWI Sumbar Widya Navies didampingi Sekretaris Firdaus Abie, Bendahara Reviandi, ditopang delapan unsur wakil ketua dan delapan seksi. Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar yang diketuai Zul Effendi diperkuat Sekretaris Emil Mahmudsyah dan tiga anggota.
Kendati pelantikan tertunda 1 tahun delapan bulan, namun roda organisasi telah bergerak dan berjalan menuju arah yang lebih baik. Beberapa capaian, saat Porwanas di Banjar – Kalsel, Sumbar memperoleh 1 emas dan 2 perunggu berada di peringkat 16, sekaligus menjadi prestasi terbaik sejak Sumbar ikut Porwanas. Prestasi terbaik sebelumnya, tahun 1996) dengan capaian 1 emas. Medali Sumbar di Banjarmasin berupa emas pada cabang Domino Terbuka Berpasangan; Jayusdi Effendi/Edi Jarot, Perunggu dihasilka Reviandi (Karya Tulis Jurnalistik) dan Guspayendri (Foto Jurnalistik), serta melaksanakan UKW kerjasama dengan PWI Pusat – BUMN yang diikuti 24 orang wartawan.
Ditahun 2025, selain mengikuti HPN 2025 di Pekanbaru – Riau dengan total peserta dari Sumbar sebanyak 250 orang. Capaian lain, diperolehnya legalitas pemakaian lahan untuk Kantor PWI Sumbar. Sebelumnya, sejak kantor di Jln Bagindo Aziz Chan Padang dibangun dan ditempati, akhir tahun 1970-an, tak ada legalistasi yang dimiliki.
Ketua PWI Sumbar Widya Navies dipercaya menjadi salah satu Pansel KPID Sumbar, Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi dipercaya menjadi salah seorang Penyusun PD/PRT menjadi AD/ART PWI tahun 2025, melaksanakan Pekan Olahraga Wartawan Provinsi (Porwaprov) bersama PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota, Oktober 2025, melaksanakan tiga kali UKW dengan total peserta 60 orang.
Pada kepengurusan kali ini, ada organ baru, sejalan dengan perkembangan organisasi di pusat, yakni dihadirkan Dewan Pakar di tingkat provinsi. Delapan orang anggota Dewan Pakar dipilih dari tokoh-tokoh yang berkompetensi diberbagai bidang dan telah memberikan kontribusi berarti kepada PWI khususnya dan dunia kewartawanan pada umumnya.
Anggota Dewan Pakar tersebut adalah Prof Dr H. Duski Samad M.Ag, Prof H Ganefri Ph.D, Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D, IPU, ASEAN Eng., APEC Eng, H. Joni Putra Sikumbang, SH, Dr Otong Rosadi SH, M.Hum, Ridwan Tulus, H. Sengaja Budi Syukur SH dan Prof Dr Syahrial Bakhtiar M.Pd.
Peran wartawan senior dan tokoh pers dari Sumbar juga memperkuat keberadaan kepengurusan periode 2024-2029. Para tokoh tersebut didaulat menjadi Dewan Penasihat PWI Sumbar, diketuai H Basril Djabar, Adi Bermasa, Asfar Tanjung, Basrizal Koto, Dian Wijaya, Hasril Chaniago, Heranof Firdaus, Ismet Fanany, Khairul Jasmi, M. Mufti Syarfie, Nazir Fahmi, Nofrialdi Nofi Sastera, Suryanto, Yosrizal dan Wiztian Yoetri.
Sejarah Baru IKWI Sumbar
Organ lain di tubuh insan pers Sumatera Barat yang tak kalah pentingnya adalah keberadaan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI), yang merupakan organisasi sebagai wadah berhimpun isteri wartawan, wartawati dan karyawati perusahaan pers.
Secara organisasi, sesuai dengan PD/PRT yang dimiliki organisasi ini, Ketua Umum IKWI Pusat atau Ketua IKWI Provinsi dan Kabupaten/Kota adalah isteri Ketua PWI, tetapi jika isteri Ketua PWI berhalangan, maka Ketua PWI menunjuk/menetapkan salah seorang anggota IKWI untuk menjadi Ketua.
Kepengurusan IKWI Sumbar periode 2024-2029 diketuai Erlina SH, sebelumnya pernah menjadi Sekretaris IKWI Sumbar. Sekretaris Diani Roza, Bendahara Putri Festina. Kepengurusan ditopang oleh empat Wakil Ketua dan empat bidang, dengan total 20 orang pengurus.
“Saya percaya, pengurus yang baru dilantik dapat membawa IKWI Sumbar lebih baik,” kata Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana.
Pelantikan IKWI Sumbar kali ini, sekaligus menjadi moment menjemput nostalgia bagi senior IKWI Sumbar, diantaranya Rahmadanis Pasni Sata (81 th) dan Zulhelma Adlis (75), kedua Pengurus IKWI diera 1990-an tersebut hadir pada pelantikan tersebut.
Rahmadanis Pasni Sata, mengenang. Beliau pernah menjadi Sekretaris dimasa IKWI Sumbar dipimpin Wod Sukma Jaya. Banyak kegiatan dilakukan, terutama terkait dengan silaturrahmi dan penguatan dalam upaya menjadi isteri wartawan yang lebih berarti untuk keluarga dan lingkungan.
“Pelantikan seperti ini adalah langkah maju dan harapan baru bagi organisasi,” kata Rahmadanis mengenang masa-masa dirinya masih aktif bersama di IKWI Sumbar, puluhan tahun silam.
Beliau mengaku, semasa aktif dulu, tak ada pelantikan semewah dan sekeren kali ini. Saat masih aktif dulu, tak pernah dilantik Ketua IKWI Pusat, tetapi hanya dikukuhkan oleh Ketua PWI Sumatera Barat.
“Saat ini, Ketua Umum PWI Pusat dan Ketua Umum IKWI Pusat datang dan melantik. Ada gairah dan harapan yang terpancar dari generasi sekarang yang melanjutkan estafet di IKWI dan PWI. Ini modal besar organisasi. Pelihara terus semangat, silaturrahmi dan persaudaraan,” katanya.(***)












