Kabupaten Tanah Datar

Pacu Bugih, Tradisi Unik yang Mengawali Pacu Kuda Wirabraja

73
×

Pacu Bugih, Tradisi Unik yang Mengawali Pacu Kuda Wirabraja

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Di balik gegap gempita Pacu Kuda Wirabraja, terdapat Pacu Bugih yang menjadi pembuka alek dan menyimpan kekhasan tersendiri. Tradisi ini kembali ditampilkan di Gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak, Tanah Datar, pada 8–9 Februari 2026.

Berbeda dengan pacu kuda pada umumnya, Pacu Bugih tidak semata menilai siapa yang tercepat mencapai garis akhir. Penilaian justru difokuskan pada gaya dan teknik lari kuda, kestabilan, kelincahan, serta kepatuhan terhadap arahan joki.

Tradisi yang telah ada sejak masa lampau di Minangkabau ini dulunya menjadi hiburan kalangan bangsawan dan penguasa lokal, bahkan memiliki nilai sosial tersendiri. Kini, Pacu Bugih tetap dipertahankan sebagai bagian tak terpisahkan dari event pacu kuda di Sumatera Barat.

Pada ajang Pacu Kuda Wirabraja 2026, Pacu Bugih digelar sebanyak delapan race, masing-masing empat race pada hari pertama dan kedua, dengan total hadiah mencapai Rp6 juta.

Keberadaan Pacu Bugih tidak hanya memperkaya rangkaian perlombaan, tetapi juga menjadi simbol identitas dan warisan budaya Minangkabau yang terus hidup serta berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *