Padang, relasipublik – Krisis air bersih yang melanda Kota Padang pascabanjir bandang dan rangkaian bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 mendorong jajaran Perumda AM Kota Padang bergerak cepat. Direktur Utama, Hendra Pebrizal, turun langsung memimpin langkah-langkah pemulihan agar layanan air minum segera kembali normal.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur vital, mulai dari bangunan intake, jaringan perpipaan, hingga instalasi pengolahan air. Akibatnya, sebagian warga sempat kehilangan akses terhadap air bersih.
“Dalam kondisi darurat seperti ini, yang paling utama adalah memastikan masyarakat tetap memperoleh air bersih, meskipun dengan berbagai keterbatasan,” ujar Hendra, Sabtu (31/1/2026).
Pada tahap tanggap darurat dan pemulihan awal, tim teknis berhasil memperbaiki 12 unit intake yang terdampak. Sekitar dua kilometer jaringan pipa yang putus juga telah dipasang kembali. Enam unit pompa yang mengalami kerusakan, termasuk rumah pompa dan intake pompa di kawasan Latung, kini kembali beroperasi.
Selain perbaikan fisik, tujuh jalur intake yang rusak berat diamankan untuk mencegah gangguan lanjutan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi.
Di sisi pengolahan, perbaikan menyeluruh dilakukan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Pekerjaan meliputi pembenahan sistem accelerator, pengerukan endapan lumpur di intake Kampung Koto, serta pembersihan seluruh bak reservoir.
Menurut Hendra, pemulihan bukan sekadar mengalirkan air, tetapi juga menjamin mutu air tetap sesuai standar. “Kualitas harus tetap terjaga, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, lebih dari 24 juta liter air bersih didistribusikan secara gratis kepada warga terdampak, baik pelanggan maupun nonpelanggan. Perusahaan juga menyalurkan 78 unit tandon untuk pelanggan terdampak serta 50 unit tambahan bagi warga nonpelanggan yang mengalami kesulitan air.
Selain itu, lebih dari 50 ribu pelanggan memperoleh potongan tarif sementara hingga 50 persen. Sebanyak 1.200 pelanggan yang sama sekali tidak menerima layanan selama masa krisis dibebaskan dari tagihan bulan Januari.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak semakin terbebani di tengah situasi sulit,” ujar Hendra.
Upaya percepatan pemulihan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Basuki Hadimuljono meninjau langsung IPA Gunung Pangilun pada 30 Januari 2026. Kunjungan itu turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andre Rosiade serta Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah.
Dalam kesempatan tersebut, Hendra memaparkan kondisi kerusakan, progres pemulihan, serta rencana penguatan sistem penyediaan air minum agar lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.
Hendra mengakui bahwa IPA Gunung Pangilun sebagai sumber utama pasokan air mengalami penurunan kelayakan akibat dampak bencana besar tahun 2025 serta bencana hidrometeorologi sebelumnya. Karena itu, Perumda AM merencanakan pembangunan instalasi baru di IPA Parit serta penguatan distribusi di kawasan 12 Ulu, 12 Ilir, Lubuk Begalung, dan Koto Tangah.
Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2027 dan diproyeksikan mampu melayani sekitar 40.720 pelanggan atau sekitar 25 persen dari total pelanggan aktif.
“Kami tidak hanya memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga membangun sistem yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan. Tujuannya agar layanan air minum Kota Padang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya.












