sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Ketika sebagian warga mulai bersiap menyambut sahur, jajaran Polres Tanah Datar justru bergerak menyisir titik-titik rawan. Sabtu malam (21/2) pukul 22.00 WIB hingga Minggu dini hari, Kepolisian menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Tanah Datar, AKP Irwan Ali, SH, MH, dengan mengerahkan puluhan personel gabungan. Operasi dipusatkan di tiga lokasi strategis, yakni Lapangan Cindua Mato, jalan dua jalur depan Kantor Bupati Pagaruyung, serta Jalan Raya Batusangkar–Sungai Tarab, tepatnya di sekitar kawasan Pondok Flora.
AKP Irwan Ali menegaskan, KRYD di bulan Ramadan bukan sekadar penindakan, tetapi langkah preventif untuk menciptakan suasana ibadah yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Ramadan adalah bulan yang penuh kekhusyukan. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah tanpa terganggu oleh kebisingan knalpot brong, aksi balap liar, maupun pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengerahan puluhan personel dilakukan untuk memaksimalkan pengawasan di titik-titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja pada malam hari. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya represif, tetapi juga persuasif dan edukatif.
Sementara itu, Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto melalui Kasatlantas AKP Andri Perkasa memaparkan bahwa sasaran utama KRYD adalah kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot brong, tidak memasang pelat nomor, serta para remaja yang terlibat aksi balapan liar.
“Knalpot brong bukan hanya mengganggu ketenangan warga, terutama saat tarawih dan menjelang sahur, tetapi juga sering menjadi indikator pelanggaran lain. Kami juga menindak motor tanpa pelat nomor dan aktivitas balap liar karena sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegas AKP Andri.
Dalam kegiatan tersebut, polisi menjaring puluhan kendaraan roda dua yang kedapatan melanggar aturan. Kendaraan-kendaraan tersebut langsung diamankan untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Polres Tanah Datar menegaskan bahwa pengawasan serupa akan terus dilakukan secara berkala selama Ramadan. Pesannya jelas: ruang publik adalah milik bersama. Di bulan yang seharusnya dipenuhi ketenangan dan refleksi, ketertiban menjadi tanggung jawab kolektif—dan aparat memastikan aturan tetap berdiri, tanpa pandang bulu(d13)












