Padang, relasipublik – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Sumatera Barat menggelar buka puasa bersama di Rumah Makan Cik Elok, Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Sabtu, (7/3). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi antar pengurus dan tokoh masyarakat Pariaman di perantauan.
Acara berlangsung khidmat dalam suasana kekeluargaan. Sejumlah tokoh Pariaman, pengurus organisasi, hingga mahasiswa turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua DPW PKDP Sumbar, Firdaus mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini tidak sekadar agenda rutin Ramadan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi.
“Buka bersama ini bagian dari konsolidasi antar pengurus sekaligus silaturahmi dengan tokoh-tokoh Pariaman. PKDP harus menjadi wadah yang menyatukan dan memperkuat peran urang Piaman di berbagai bidang,” kata Firdaus.
Menurutnya, PKDP tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul masyarakat Pariaman di perantauan, tetapi juga harus menjadi kekuatan sosial yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat Pariaman untuk terus berkiprah di berbagai sektor, baik di pemerintahan, pendidikan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan.
Dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat Sumatera Barat, Prof. Duski Samad, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya pengelolaan organisasi paguyuban secara baik agar tetap solid dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengelola sebuah paguyuban.
Pertama, memelihara rasa kebersamaan. “Paguyuban harus menjaga kekompakan, rasa kebersamaan, serta kemampuan mengelola emosi agar tetap solid,” ujarnya.
Kedua, mengelola kehidupan sosial. Ia menilai paguyuban merupakan bentuk investasi sosial yang mempertemukan banyak latar belakang. Meski beragam pandangan, semua anggota tetap harus memiliki tujuan yang sama.
Ketiga, menjaga nilai spiritual. Ia mengingatkan bahwa Pariaman dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Islam di Sumatera Barat yang memiliki kekayaan nilai-nilai religius.
“Piaman dikenal sebagai nagari yang kaya secara spiritual. Nilai-nilai itu harus terus dijaga dan menjadi kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat serta perwakilan Ikatan Mahasiswa Piaman Raya. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini memperlihatkan kuatnya hubungan antara tokoh daerah, perantau, dan generasi muda dalam menjaga kebersamaan masyarakat Pariaman.(*)












