Solok, Relasipublik.com — Menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjadi alasan penting dilaksanakannya Operasi Pasar Murah (OPM) oleh Pemerintah Kabupaten Solok. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP), kegiatan ini digelar pada Jumat yang lalu (13/3/2026) dengan menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di sejumlah nagari, sebagai upaya meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan Operasi Pasar Murah tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Nagari Taruang-Taruang dan Nagari Koto Hilalang, dengan total 300 paket bahan pokok yang disediakan bagi masyarakat.
Setiap paket bahan pokok berisi beras spesifik lokal Bujang Marantau sebanyak 5 kilogram, minyak goreng Sari Murni 1 liter, dan gula pasir putih 1 kilogram. Harga normal paket tersebut sebesar Rp139.000, namun melalui subsidi pemerintah daerah sebesar 35 persen dari APBD melalui kegiatan DKUKMPP, masyarakat hanya perlu membayar Rp90.000 per paket.
Untuk lokasi pertama di Nagari Taruang-Taruang, disediakan sebanyak 150 paket yang terdiri dari 750 kilogram beras, 150 liter minyak goreng, dan 150 kilogram gula pasir. Sementara di Nagari Koto Hilalang, jumlah paket yang disediakan juga sebanyak 150 paket.
Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Kabupaten Solok, Rince Kusmala Dewi, S.E., M.M, mengatakan kegiatan Operasi Pasar Murah ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau melalui subsidi dari pemerintah daerah.
“Lokasi sasaran pada hari pertama kegiatan adalah Nagari Taruang-Taruang dan Nagari Koto Hilalang. Program ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Solok agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga yang telah disubsidi,” ujar Rince kepada media ini, Sabtu (14/03/26)
Ia menjelaskan bahwa proses penyaluran paket pasar murah di lapangan juga membutuhkan perjuangan karena kondisi akses menuju beberapa lokasi cukup menantang.
Menurutnya, tim dari Bidang Perdagangan harus melakukan pengangkutan barang lebih dari sekali menggunakan kendaraan dinas. Bahkan sempat hampir menyerempet kendaraan warga karena kondisi jalan yang sempit.
Untuk menjangkau lokasi nagari, petugas juga harus melanjutkan perjalanan menggunakan berbagai moda transportasi seperti mobil odong-odong hingga gerobak masyarakat, bahkan sebagian harus ditempuh dengan berjalan kaki.
“Namun semua itu terbayar dengan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Warga di Nagari Taruang-Taruang terlihat sangat senang dan terbantu dengan adanya kegiatan Operasi Pasar Murah ini,” jelasnya.
Rince menambahkan, seluruh paket bahan pokok yang disediakan dalam kegiatan tersebut berhasil tersalurkan seluruhnya kepada masyarakat yang menjadi sasaran program.
Pemerintah Kabupaten Solok berharap kegiatan Operasi Pasar Murah ini dapat terus dilaksanakan secara berkala guna membantu masyarakat serta menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di daerah. (A3)












