sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Momentum Idulfitri di Sumatera Barat tak hanya dimaknai sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi antarlevel pemerintahan. Hal ini terlihat dari langkah Eka Putra yang melakukan halal bihalal ke kediaman Mahyeldi Ansharullah dan Vasko Ruseimy di Kota Padang, Sabtu (21/3).
Didampingi jajaran pejabat daerah, kunjungan tersebut tidak sekadar simbol saling memaafkan pasca-Ramadhan. Di balik suasana hangat, tersirat kebutuhan memperkuat komunikasi politik dan koordinasi pembangunan antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
Eka Putra menegaskan, Idulfitri seharusnya tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum mempererat sinergi. “Silaturahmi harus berdampak pada kelancaran program dan pelayanan publik,” menjadi penekanan yang disampaikan di sela kunjungan.
Dalam konteks itu, halal bihalal bertransformasi menjadi instrumen diplomasi lokal—menjaga hubungan personal sekaligus membuka ruang kolaborasi kebijakan. Apalagi, dinamika pembangunan daerah menuntut keselarasan yang lebih intens antara kabupaten dan provinsi.
Kunjungan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini pun menegaskan satu hal: di ranah pemerintahan, tradisi Lebaran bukan hanya merawat relasi sosial, tetapi juga memperkuat fondasi koordinasi yang menentukan arah pembangunan ke depan(d13)












