Kabupaten Tanah Datar

Pulang Basamo Malalo: Menguatkan Ikatan Rantau, Membangun Kampung Halaman

6
×

Pulang Basamo Malalo: Menguatkan Ikatan Rantau, Membangun Kampung Halaman

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Tradisi “pulang basamo” kembali menjadi ruang strategis mempertemukan perantau dan masyarakat kampung halaman. Pembukaan Pulang Basamo Ikatan Keluarga Malalo (IKM) ke-XIV yang digelar di SMPN 2 Batipuah Selatan, Senin (23/3), menegaskan bahwa momentum Idulfitri bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga penguatan kontribusi perantau terhadap pembangunan daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta perantau dari berbagai daerah. Camat Batipuah Selatan, Muhammad As’ad dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus apresiasi atas kepulangan para perantau.

“Atas nama pemerintah kecamatan, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat datang kepada seluruh dunsanak dari rantau. Kehadiran ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami dan memperkuat jalinan silaturahmi yang telah terbangun selama ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekompakan perantau dan masyarakat di kampung halaman merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga dan dirawat sebagai fondasi pembangunan.

Sementara itu, mewakili Bupati Tanah Datar, Asisten III Setdakab Riswandi Dt. Monti Basa menegaskan bahwa peran perantau sangat strategis dalam mendorong kemajuan daerah.

“Pulang basamo bukan hanya tradisi, tetapi momentum konsolidasi antara ranah dan rantau. Pemerintah daerah berharap sinergi ini terus diperkuat, baik dalam bentuk dukungan pemikiran, jejaring, maupun kontribusi nyata bagi pembangunan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa di tengah tantangan pembangunan, kolaborasi antara pemerintah dan perantau menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa hubungan emosional antara kampung halaman dan perantau tetap terjaga kuat. Lebih dari itu, Pulang Basamo Malalo memperlihatkan bahwa silaturahmi dapat bertransformasi menjadi energi kolektif untuk membangun daerah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *