Kabupaten Tanah Datar

Eka Putra “Sentil” Camat: Jangan Jadi Penonton Saat Rakyat Dilanda Musibah

17
×

Eka Putra “Sentil” Camat: Jangan Jadi Penonton Saat Rakyat Dilanda Musibah

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Padang Panjang

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, melontarkan peringatan keras kepada para camat: jangan bersembunyi di balik meja saat masyarakat menghadapi persoalan, apalagi ketika musibah datang. Camat dituntut hadir di garis depan—cepat, tanggap, dan solutif.

Pesan tegas itu disampaikan Eka Putra saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Camat se-Kabupaten Tanah Datar yang digelar di Mifan Padang Panjang, Sabtu (28/3).

“Camat adalah perpanjangan tangan bupati di wilayah. Bukan hanya administrator, tapi problem solver. Harus hadir di tengah masyarakat dan responsif terhadap setiap persoalan,” tegasnya.

Menurutnya, posisi camat sangat strategis dalam menjaga denyut pemerintahan di tingkat kecamatan. Namun, fungsi itu akan kehilangan makna jika lamban merespons laporan warga. Eka Putra menekankan, kecepatan bertindak adalah kunci menjaga kepercayaan publik.

Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan sosial camat—tidak cukup hanya paham administrasi. Camat harus mampu berbaur dengan pemerintahan nagari, tokoh masyarakat, lembaga unsur, hingga perantau.

“Baca situasi dengan akurat, jangan tunggu masalah membesar. Bangun komunikasi, rangkul semua unsur, baik di ranah maupun di rantau,” ujarnya.

Tak hanya kepada camat, Eka Putra juga menyinggung peran istri camat selaku Ketua TP PKK kecamatan. Ia meminta agar turut aktif sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung kinerja suami di lapangan.

Sementara itu, Ketua Forum Camat Tanah Datar, Muhammad As’ad, menyebut rakor tersebut sebagai momentum menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Percepatan pembangunan tidak cukup dengan perencanaan. Dibutuhkan koordinasi solid, komunikasi efektif, dan respons cepat di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, sinergi antar level pemerintahan menjadi kunci agar program pembangunan—baik dari kabupaten, provinsi, hingga pusat—tidak sekadar berjalan, tetapi benar-benar tepat sasaran dan dirasakan masyarakat.

Rakor ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten II Setda Ten Feri, Kadis Kominfo Dedi Triwidono, Kabag Prokopim Roza Melfita, Kabag Umum Ronal Satria, Kabag PEM Herru Rachman, serta Kabid Olahraga Parpora Radianus.

Di forum itu, satu pesan mengemuka dengan jelas: di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, camat tak lagi cukup menjadi pengelola administrasi—mereka harus menjadi wajah pertama negara saat rakyat membutuhkan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *