Kabupaten Tanah Datar

Jelang Munas X, LDII Tanah Datar Serap Aspirasi: Tak Ingin Sekadar Seremonial, Bidik Program yang Tepat Sasaran

77
×

Jelang Munas X, LDII Tanah Datar Serap Aspirasi: Tak Ingin Sekadar Seremonial, Bidik Program yang Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) X, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tanah Datar tak ingin bergerak di ruang hampa. Organisasi ini mulai mematangkan langkah dengan turun langsung menyerap aspirasi masyarakat, memastikan arah kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpijak pada kebutuhan riil di lapangan.

Ketua LDII Tanah Datar, Adv. Kevin Kistiand, S.H., M.H., menegaskan bahwa momentum Idul Fitri 1447 H dimanfaatkan sebagai ruang strategis untuk memperkuat silaturahim sekaligus membuka dialog luas dengan masyarakat.

“Momentum Lebaran menjadi kesempatan yang baik untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Banyak hal yang bisa kami dengar dan jadikan bahan pertimbangan,” ujar Kevin, Senin (30/3).

Langkah ini bukan tanpa tujuan. Berbagai masukan yang dihimpun akan dibawa ke forum Munas X LDII yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 April mendatang—forum yang dinilai krusial dalam menentukan arah organisasi ke depan.

Kevin menekankan, Munas bukan sekadar agenda rutin lima tahunan yang sarat formalitas. Lebih dari itu, Munas menjadi titik penentu apakah organisasi mampu beradaptasi dengan dinamika sosial yang terus bergerak.

“Munas bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah forum penting untuk memastikan program organisasi tetap relevan dan berdampak,” tegasnya.

Selama ini, LDII Tanah Datar telah bergerak melalui berbagai program, mulai dari pembinaan generasi muda, penguatan pendidikan karakter keagamaan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, Kevin mengakui, tantangan ke depan menuntut pendekatan yang lebih adaptif dan responsif.

Di tengah masyarakat yang semakin majemuk, LDII juga terus memainkan peran dalam menjaga nilai kebersamaan dan toleransi. Aktivitas sosial dan keagamaan menjadi instrumen untuk merawat harmoni sekaligus memperkuat kohesi sosial.

“Kami ingin terus hadir dan berkontribusi nyata. Terutama dalam membentuk generasi muda yang berakhlak baik dan memiliki semangat kebangsaan,” katanya.

Tak berhenti di internal organisasi, LDII juga menaruh perhatian pada pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi kunci agar program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan.

“Sinergi yang kuat akan mendorong peran organisasi menjadi lebih optimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan partisipatif ini, LDII Tanah Datar berharap Munas X tidak hanya melahirkan keputusan normatif, tetapi juga kebijakan yang tajam, relevan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, Munas X nanti menghasilkan keputusan yang tepat dan membawa manfaat luas bagi masyarakat,” tutup Kevin(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *