Purbalingga, relasipublik— Di tengah rindangnya pepohonan dan jalan tanah yang masih alami di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, semangat kebersamaan tampak nyata. Sejumlah pemuda berjalan beriringan mendorong gerobak berisi batu, sementara yang lain mengangkat material dengan tenaga dan tekad yang sama. Mereka bukan sekadar pekerja, melainkan bagian dari denyut gotong royong yang menghidupkan pembangunan Jembatan Garuda dalam TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.
Pemandangan ini menjadi bukti bahwa program pembangunan tidak hanya digerakkan oleh aparat, tetapi juga tumbuh dari kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda. Dalam balutan kebersamaan, para pemuda desa itu ikut ambil bagian dan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.
Anggota Satgas TMMD, Sertu Riyadi, menyampaikan bahwa keterlibatan warga, khususnya pemuda, sangat membantu percepatan pekerjaan di lapangan.
“Semangat gotong royong dari masyarakat, terutama adik-adik pemuda ini luar biasa. Mereka tidak hanya membantu tenaga, tetapi juga membawa energi positif yang membuat pekerjaan jadi lebih ringan dan cepat selesai,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Roni, salah satu pemuda yang turut terlibat, mengaku bangga bisa ikut ambil bagian dalam pembangunan di desanya.
“Kami ikut bantu karena ini untuk kepentingan bersama. Kalau jembatan ini jadi, kami juga yang akan merasakan manfaatnya. Jadi tidak ada alasan untuk tidak ikut,” ungkapnya sambil tetap mendorong gerobak berisi batu.
Tanpa ragu, para pemuda menyusuri jalan berbatu, mendorong gerobak demi gerobak, mengangkut material untuk pembangunan jembatan yang kelak akan menjadi akses vital bagi warga. Keringat yang mengalir tak menyurutkan semangat. Justru dari situ, tercipta rasa memiliki yang kuat terhadap hasil pembangunan.
Keterlibatan muda-mudi ini memberi warna tersendiri dalam pelaksanaan TMMD. Energi, semangat, dan kekompakan yang mereka tunjukkan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pembangunan. Lebih dari itu, kehadiran mereka juga mempererat hubungan sosial antarwarga, menciptakan ruang kebersamaan yang semakin erat di tengah aktivitas pembangunan.
Jembatan Garuda sendiri bukan sekadar proyek fisik. Ia menjadi simbol harapan, penghubung antarwilayah, pemudah akses ekonomi, dan jalan baru menuju kesejahteraan. Di balik setiap batu yang tersusun, ada cerita tentang kebersamaan, tentang generasi muda yang memilih untuk terlibat dan berkontribusi bagi desanya. (anr)












