Purbalingga, relasipublik — Pagi yang cerah menyelimuti kawasan Desa Krangean saat aktivitas perlahan mulai terlihat di sekitar Jembatan Garuda. Setelah melalui proses pembangunan dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga, jembatan yang selama ini dinantikan warga itu kini akhirnya berdiri kokoh dan resmi menghubungkan Desa Krangean dengan Ponjen.
Dari kejauhan, beberapa warga tampak mulai melintasi jembatan tersebut. Ada yang berjalan kaki, membawa hasil kebun, hingga pengendara motor yang kini bisa melintas lebih mudah tanpa harus memutar jalur yang sebelumnya sulit dilewati.
Di sisi lain jembatan, suara alat kerja masih terdengar. Sejumlah warga bersama anggota satgas TMMD terlihat tetap sibuk menyelesaikan proses finishing. Ada yang merapikan bagian pinggir jembatan, membersihkan sisa material, hingga memastikan area sekitar aman dan nyaman dilalui masyarakat.
Suasana pagi itu menjadi gambaran bagaimana pembangunan perlahan menghadirkan perubahan nyata bagi warga desa.
Rahmin, salah satu anggota Satgas TMMD Kodim 0702/Purbalingga, mengatakan Jembatan Garuda menjadi salah satu pembangunan yang paling dinantikan masyarakat karena akses tersebut nantinya sangat membantu aktivitas sehari-hari warga.
“Sekarang jembatan sudah bisa dilalui warga dan kami ikut senang melihat masyarakat mulai memanfaatkannya. Walaupun masih ada finishing, secara fungsi jembatan ini sudah sangat membantu akses antara Krangean dan Ponjen,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Rahmin, selama proses pembangunan, banyak warga ikut terlibat membantu pekerjaan bersama satgas TMMD. Mulai dari pengangkutan material hingga pengerjaan di lapangan dilakukan secara gotong royong.
“Kebersamaan warga di sini luar biasa. Dari awal pembangunan sampai sekarang finishing, masyarakat masih ikut membantu. Itu yang membuat pekerjaan terasa lebih ringan,” katanya.
Bagi warga, hadirnya Jembatan Garuda bukan hanya sekadar bangunan penghubung. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi harapan baru untuk mempermudah aktivitas ekonomi, akses pertanian, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.
Kini, di tengah pagi yang tenang dan udara desa yang masih sejuk, langkah-langkah warga yang mulai melintasi Jembatan Garuda menjadi tanda bahwa hasil kerja bersama itu benar-benar telah memberi manfaat nyata. Sementara di sudut lainnya, proses finishing yang masih berlangsung seolah menjadi sentuhan akhir dari sebuah pengabdian yang dibangun lewat gotong royong antara TNI dan masyarakat.(anr)












