Kabupaten Tanah Datar

Dapur Umum Jadi Nadi Kemanusiaan, Eka Putra Pastikan Logistik Korban Bencana Tanah Datar Terpenuhi

×

Dapur Umum Jadi Nadi Kemanusiaan, Eka Putra Pastikan Logistik Korban Bencana Tanah Datar Terpenuhi

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Ditengah duka dan lumpuhnya aktivitas akibat banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar, semangat gotong royong masyarakat justru tampil menjadi kekuatan utama. Pemerintah daerah bersama relawan bergerak tanpa henti memastikan kebutuhan dasar korban tetap terpenuhi.

Sabtu (16/5), Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Ketua TP PKK Lise Eka Putra turun langsung meninjau dapur umum terpusat di Setangkai, Kecamatan Lintau Buo.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Padang Ganting hingga Tanjung Emas. Dapur umum tersebut kini menjadi pusat penyediaan makanan bagi warga yang masih bertahan di lokasi terdampak maupun posko pengungsian.

Di sela peninjauan, Eka Putra menegaskan bahwa dapur umum terpusat sengaja didirikan pemerintah daerah guna memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat bencana berlangsung.

“Seluruh makanan yang disiapkan di dapur umum ini nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting dan juga Tanjung Emas,” ujarnya.

Namun di balik kepulan asap dapur dan antrean logistik, tersimpan kekuatan sosial yang menjadi wajah asli masyarakat Tanah Datar: gotong royong tanpa pamrih.

Bupati Eka Putra secara khusus mengapresiasi tingginya solidaritas masyarakat dan relawan yang terlibat langsung dalam operasional dapur umum. Mulai dari personel dapur umum Pemda, TP PKK, relawan, hingga ibu-ibu majelis taklim dari Nagari Taluak, Pangian, dan Buo, seluruhnya bahu-membahu menyiapkan makanan bagi para korban.

“Semangat kebersamaan masyarakat sangat luar biasa. Semua bergerak secara sukarela membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga ini akan menjadi amal ibadah bagi ibu-ibu semuanya, aamiin,” kata Eka Putra.

Di tengah situasi bencana yang masih menyisakan kerusakan infrastruktur dan kesulitan akses di sejumlah wilayah, dapur umum di Setangkai kini bukan sekadar tempat memasak. Ia telah menjadi simbol kepedulian, pusat harapan, sekaligus bukti bahwa di saat musibah datang, solidaritas masyarakat Tanah Datar tetap berdiri paling depan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *