Kabupaten Tanah Datar

Tanah Datar Gandeng Unand, Perang Lawan Stunting Tak Lagi Sekadar Seremoni

7
×

Tanah Datar Gandeng Unand, Perang Lawan Stunting Tak Lagi Sekadar Seremoni

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mulai bergerak lebih serius dalam upaya menekan angka stunting yang hingga kini masih berada di kisaran 26 persen. Tidak lagi hanya mengandalkan program rutin, daerah itu kini menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Andalas (Unand) Padang untuk mempercepat penurunan sekaligus pencegahan stunting secara terukur dan berkelanjutan.

Langkah awal kolaborasi tersebut dilakukan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly saat berkunjung ke kampus Unand, Selasa (26/5/2026). Kehadiran Ahmad Fadly yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Kabupaten Tanah Datar disambut Wakil Rektor I Unand Prof. Dr. Syukri Arief, Direktur Studi Unand Prof. Dr. dr. Andani Eka Putra, Dekan FISIP Unand Jendrius, Ketua Pokja KKN Unand Abdul Hakam, serta jajaran lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa perang melawan stunting di Tanah Datar tidak lagi dipandang sekadar persoalan angka statistik, melainkan ancaman serius terhadap kualitas generasi masa depan.

“Alhamdulillah, dalam pertemuan tadi kami membahas program kerja sama mulai jangka pendek hingga jangka panjang untuk percepatan penurunan stunting di Tanah Datar,” kata Ahmad Fadly.

Dalam program jangka pendek, Unand akan menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 14 titik di Tanah Datar. Namun kali ini mahasiswa tidak hanya datang menjalankan program formalitas kampus. Sebelum turun ke nagari, mereka terlebih dahulu dibekali materi khusus terkait pencegahan dan penanganan stunting oleh dosen pembimbing.

Mahasiswa KKN nantinya akan menjadi ujung tombak edukasi dan pendampingan masyarakat di tingkat nagari, mulai dari pola asuh anak, pemenuhan gizi keluarga, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terkait bahaya stunting.

Sementara untuk jangka menengah dan panjang, Pemkab Tanah Datar bersama Unand tengah menyusun program komprehensif dengan rentang waktu tiga hingga lima tahun. Targetnya tidak main-main: prevalensi stunting ditekan hingga di bawah 10 persen dalam lima tahun mendatang, dengan angka kasus baru di bawah 5 persen.

“Stunting bukan sekadar persoalan data, tetapi menyangkut masa depan generasi mendatang. Karena itu penanganannya harus serius dan melibatkan banyak pihak,” ujar Ahmad Fadly.

Ia menegaskan, Pemkab Tanah Datar sengaja menggandeng Unand karena dinilai memiliki kapasitas akademik, sumber daya, serta pengalaman dalam menangani persoalan stunting di berbagai daerah.

Menurutnya, akar persoalan stunting tidak hanya berada di sektor kesehatan. Faktor ekonomi keluarga, pola sosial masyarakat, budaya, hingga tingkat pendidikan juga menjadi mata rantai yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Studi Unand Prof. Dr. dr. Andani Eka Putra. Ia menegaskan program yang tengah dirancang tidak hanya berkutat pada layanan kesehatan semata, tetapi menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Program yang dirancang bukan hanya sebatas kegiatan kesehatan, tetapi juga mencakup aspek sosial, legal, ekonomi, dan lainnya. Semua dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai langkah awal, Unand akan melakukan inventarisasi persoalan di lapangan serta memetakan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan stunting sebelum menentukan model intervensi yang tepat.

Saat ini, angka stunting Tanah Datar yang masih berada di kisaran 26 persen dinilai membutuhkan langkah luar biasa dan tidak bisa diselesaikan dengan pola kerja biasa. Karena itu, Unand menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga di bawah 14 persen dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Fokus utama program nantinya akan bergerak langsung di tingkat nagari melalui pola pendampingan masyarakat secara intensif dan berkelanjutan.

“Fokus kita nanti bergerak di level nagari. Semua kegiatan nantinya berbasis pendampingan masyarakat di nagari,” ujar Andani.

Tidak hanya melibatkan mahasiswa Unand, program tersebut juga dibuka untuk kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi lainnya agar intervensi penanganan stunting berjalan lebih luas, terintegrasi, dan memiliki dampak nyata.

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Tanah Datar turut didampingi Kepala Bappedalitbang Adriyanti Rustam, Kadis Kesehatan Aries Sumantri, Ketua GOW Kabupaten Tanah Datar Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kolaborasi Pemkab Tanah Datar dan Unand ini menjadi ujian penting: apakah perang melawan stunting benar-benar dijalankan secara serius, atau hanya berhenti pada tumpukan program dan rapat tanpa hasil nyata di lapangan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *