Kota Padangpanjang

Senken Disulap Jadi Pusat Oleh-Oleh Modern, Hendri Arnis Siapkan Wajah Baru Kawasan PDIKM

16
×

Senken Disulap Jadi Pusat Oleh-Oleh Modern, Hendri Arnis Siapkan Wajah Baru Kawasan PDIKM

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COMWali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan UMKM melalui penataan kawasan Sentra Kuliner dan Kerajinan Senja Kenangan (Senken) di kawasan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM). Kawasan tersebut disiapkan menjadi pusat oleh-oleh modern yang terintegrasi dengan destinasi wisata budaya unggulan di Kota Padang Panjang.

Dalam kunjungan langsung ke lokasi, Hendri meninjau sejumlah fasilitas serta kondisi area Senken yang selama ini menjadi tempat promosi produk lokal masyarakat. Ia menilai Senken memiliki posisi strategis sebagai etalase produk unggulan dan pusat promosi oleh-oleh khas daerah.

Menurut Hendri, pengembangan Senken menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi antara sektor UMKM dan pariwisata. Dengan konsep terintegrasi bersama kawasan PDIKM, wisatawan nantinya dapat menikmati wisata budaya sekaligus berbelanja produk khas daerah dalam satu lokasi.

Ia mengatakan konsep pusat oleh-oleh modern ini dirancang agar lebih nyaman, representatif, dan memiliki daya tarik bagi pengunjung dari berbagai daerah. Pemerintah kota ingin menghadirkan kawasan wisata yang tidak hanya edukatif, tetapi juga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

Selain menjadi pusat belanja produk khas Minangkabau, kawasan Senken nantinya juga diarahkan sebagai ruang promosi bagi pelaku UMKM kreatif di Padang Panjang. Produk makanan tradisional, kerajinan tangan, hingga hasil karya ekonomi kreatif akan mendapatkan ruang pemasaran yang lebih luas.

Hendri menilai keberadaan pusat oleh-oleh modern sangat penting untuk mendukung pertumbuhan sektor wisata daerah. Selama ini banyak wisatawan yang datang ke Padang Panjang, namun belum didukung fasilitas pusat suvenir yang terintegrasi dengan kawasan wisata budaya.

PDIKM sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata budaya Minangkabau di Sumatera Barat. Pemerintah Kota Padang Panjang bahkan telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan terpadu yang mencakup revitalisasi PDIKM, rest area, hingga kawasan wisata Mifan.

Dalam proposal pengembangan yang pernah disampaikan kepada pemerintah pusat, kawasan tersebut dirancang memiliki sejumlah sub-kawasan tematik, mulai dari area hijau, ruang budaya, hingga pusat aktivitas wisata keluarga. Pengembangan Senken menjadi bagian dari konsep besar penataan kawasan wisata terpadu di Padang Panjang.

Menurut Hendri, pembangunan kawasan yang terintegrasi akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Kehadiran pusat oleh-oleh modern diyakini dapat meningkatkan penjualan produk lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya lokal dalam setiap proses pengembangan kawasan. Karena itu, konsep penataan Senken tetap akan mengedepankan nuansa budaya Minangkabau agar menjadi ciri khas yang membedakan dengan pusat oleh-oleh di daerah lain.

Pemerintah Kota Padang Panjang berharap keberadaan Senken yang lebih modern nantinya mampu menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Selain memperkuat sektor ekonomi kreatif, kawasan ini juga diharapkan menjadi wajah baru pariwisata kota yang lebih tertata dan berdaya saing.

Melalui pengembangan kawasan Senken di PDIKM, Hendri Arnis ingin memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. Dengan konsep wisata budaya dan pusat oleh-oleh dalam satu kawasan, Padang Panjang diharapkan semakin dikenal sebagai kota tujuan wisata yang lengkap, nyaman, dan kaya akan nilai budaya Minangkabau.(gito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *