Kota solok, Relasipublik.com – Suasana haru menyelimuti Asrama Haji Embarkasi Padang, di tempat inilah, ratusan jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 9 secara resmi diserahkan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kepada Ketua Kloter, menandai satu tahap penting sebelum perjalanan suci menuju Tanah Suci dimulai.
Prosesi berlangsung khidmat. Doa-doa mengalun, menyatu dengan harapan keluarga dan para petugas yang mengiringi langkah para tamu Allah. Penyerahan ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kesiapan lahir dan batin para jamaah dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Kehadiran jajaran Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat menambah kekuatan dukungan moral dalam kegiatan tersebut.
Turut hadir pula Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, yang menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi warganya hingga ke titik keberangkatan.
Dalam momen yang sarat makna, Wali Kota secara simbolis menyerahkan sebuah mikrofon kepada perwakilan jamaah haji Kota Solok. Benda sederhana itu menjadi lambang penting: komunikasi, kebersamaan, dan koordinasi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci hal yang kerap menjadi kunci kelancaran di tengah jutaan jamaah dari seluruh dunia.
Dalam arahannya, Ramadhani menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam. Ia berharap seluruh jamaah senantiasa diberi kesehatan, kemudahan, dan kekuatan dalam menjalani setiap rangkaian ibadah.
“Kami mendoakan seluruh jamaah haji Kota Solok selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan kelancaran dalam beribadah, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan memperoleh haji yang mabrur,” ujarnya, Minggu (3/5/26).
Lebih dari itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan. Ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual individu, tetapi juga perjalanan kolektif yang membutuhkan solidaritas, saling bantu, dan kepatuhan terhadap arahan petugas.
Rangkaian kegiatan ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, petugas haji, dan seluruh pihak terkait dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jamaah. Dari tahap persiapan hingga keberangkatan, semua dirancang untuk memberi rasa aman dan nyaman.
Usai prosesi penyerahan, suasana haru kembali terasa saat pelepasan dilakukan di Bandara Internasional Minangkabau. Lambaian tangan, pelukan keluarga, dan doa yang dipanjatkan menjadi saksi perpisahan sementara yang penuh makna.
Langkah para jamaah menuju Tanah Suci bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati membawa harapan, doa, dan kerinduan untuk kembali dengan predikat haji yang mabrur. Di balik itu semua, Kota Solok ikut menitipkan doa terbaiknya. (A3)












