Kabupaten Tanah Datar

PMI dan Hong Kong Red Cross Bangkitkan Semangat Anak Korban Galodo, 500 School Kit Disalurkan di Tanah Datar

77
×

PMI dan Hong Kong Red Cross Bangkitkan Semangat Anak Korban Galodo, 500 School Kit Disalurkan di Tanah Datar

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com //  Tanah Datar

Di balik luka yang ditinggalkan bencana banjir bandang (galodo), harapan terus tumbuh bagi anak-anak yang terdampak. Komitmen untuk memastikan mereka tetap dapat belajar dan meraih cita-cita kembali ditunjukkan Palang Merah Indonesia (PMI) melalui penyaluran 500 paket School Kit bagi siswa terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar.

Bantuan yang merupakan dukungan dari Hong Kong Red Cross tersebut diserahkan secara simbolis di SDN 07 Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kamis (4/6/2026), dihadiri Ketua PMI Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Aristo Munandar, serta jajaran pengurus PMI provinsi dan kabupaten.

Bagi sebagian anak, bantuan itu mungkin hanya berupa tas sekolah, buku tulis, pensil, atau kotak makan. Namun bagi mereka yang sempat kehilangan banyak hal akibat bencana, perlengkapan tersebut menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri dan masih banyak tangan yang peduli terhadap masa depan mereka.

Sebanyak 500 paket School Kit didistribusikan kepada siswa terdampak di Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto. Setiap paket berisi tas sekolah, buku tulis, pena, pensil, alat pewarna, penghapus, tumbler, kotak makan, serta berbagai perlengkapan belajar lainnya dengan kualitas yang baik.

Ketua PMI Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian PMI terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak galodo.

“Hari ini kami dari PMI Provinsi Sumatera Barat dan PMI Kabupaten Tanah Datar hadir mengunjungi sekolah-sekolah yang terdampak bencana untuk menyerahkan bantuan dari PMI Hong Kong melalui PMI Provinsi Sumatera Barat. Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah mulai dari tas, tempat makan, tumbler, buku, pensil hingga bolpoin yang seluruhnya memiliki kualitas yang baik,” ujarnya.

Menurut Lise, bantuan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi dukungan moral agar anak-anak mampu bangkit dari trauma dan kembali menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat.

“Kami berharap anak-anak merasa senang dan bergembira menerima bantuan ini. Yang lebih penting lagi, bantuan ini dapat menambah semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita meskipun pernah mengalami dampak dari bencana,” katanya.

Ia menjelaskan, dari total bantuan yang diterima Kabupaten Tanah Datar, seluruhnya disalurkan kepada siswa yang datanya telah diverifikasi sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Untuk Kabupaten Tanah Datar, total bantuan yang disalurkan berjumlah 500 paket dan dibagikan kepada siswa di tiga kecamatan terdampak, yaitu Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Sumatera Barat Aristo Munandar menegaskan bahwa kehadiran PMI tidak berhenti pada fase tanggap darurat semata. PMI terus berupaya hadir dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, termasuk masa pemulihan kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat.

“Ketika masyarakat membutuhkan air bersih, PMI hadir. Ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, PMI hadir. Begitu juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan untuk pemulihan pascabencana, PMI terus berupaya menghadirkannya melalui berbagai dukungan dari mitra kemanusiaan,” ujarnya.

Aristo mengungkapkan, bantuan School Kit yang diterima Tanah Datar merupakan bagian dari total 5.000 paket bantuan yang dikirimkan Hong Kong Red Cross untuk Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.500 paket dialokasikan untuk Sumatera Barat dan didistribusikan ke tiga daerah terdampak bencana, yakni Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Pesisir Selatan.

Menurutnya, bantuan tersebut lahir dari kepedulian internasional setelah tim Hong Kong Red Cross melakukan kunjungan langsung ke wilayah terdampak di Sumatera Barat guna melihat kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan dalam proses pemulihan.

Kolaborasi antara PMI dan Hong Kong Red Cross ini menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah dan negara. Ketika bencana melanda, solidaritas hadir untuk membantu masyarakat bangkit dan melanjutkan kehidupan.

Bagi anak-anak penerima manfaat, bantuan tersebut bukan hanya perlengkapan belajar, tetapi juga pesan bahwa masa depan mereka tetap penting untuk diperjuangkan. Di tengah berbagai keterbatasan pascabencana, senyum dan semangat yang kembali terpancar dari wajah para siswa menjadi harapan baru bahwa pendidikan tetap berjalan dan mimpi-mimpi mereka tetap hidup.

Melalui penyaluran 500 paket School Kit ini, PMI kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat Tanah Datar dalam setiap fase penanggulangan bencana, dari masa darurat hingga pemulihan, agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena bencana yang pernah mereka alami(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *