Kabupaten Tanah Datar

Perkuat Ikatan Ranah dan Rantau, Bupati Eka Putra Tinjau Asrama Mahasiswa Tanah Datar di Bandung

5
×

Perkuat Ikatan Ranah dan Rantau, Bupati Eka Putra Tinjau Asrama Mahasiswa Tanah Datar di Bandung

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Bandung

Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam membangun sinergi antara ranah dan rantau kembali ditegaskan. Bupati Tanah Datar Eka Putra bersilaturahmi dengan Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Bandung Raya sekaligus meninjau Gedung Asrama Mahasiswa Yayasan Pagaruyung di Bandung, Kamis (18/6/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan dengan perantau sekaligus memastikan keberlangsungan fasilitas yang menjadi rumah kedua bagi mahasiswa asal Tanah Datar yang menuntut ilmu di Kota Kembang.

Di hadapan para perantau, Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian dan kontribusi masyarakat Tanah Datar di perantauan yang selama ini ikut mengambil peran dalam mendukung pendidikan generasi muda.

Menurutnya, keberadaan asrama mahasiswa merupakan bukti nyata kecintaan para perantau terhadap kampung halaman dan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada para perantau yang telah memfasilitasi tempat tinggal bagi mahasiswa di perantauan. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kampung halaman,” ujar Eka Putra.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga memiliki komitmen untuk terus mendukung pengembangan fasilitas asrama agar semakin nyaman dan representatif bagi para mahasiswa.

“Kami akan melihat kondisi keuangan daerah terlebih dahulu. Jika memungkinkan, pemerintah daerah akan membantu pengembangan asrama ini agar mahasiswa dapat menikmati fasilitas yang lebih baik,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Eka Putra juga memaparkan berbagai capaian pembangunan yang tengah berjalan di Kabupaten Tanah Datar. Ia menyebut perhatian pemerintah pusat terhadap Tanah Datar semakin besar, yang ditandai dengan kunjungan berbagai pejabat kementerian dalam beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah, hampir seluruh menteri telah berkunjung ke Kabupaten Tanah Datar. Ini menunjukkan bahwa Tanah Datar terus mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bupati juga membeberkan sejumlah program strategis yang diproyeksikan menjadi penggerak pembangunan daerah ke depan. Salah satunya pembangunan Sekolah Rakyat yang akan berlokasi di Nagari Tanjung Barulak sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Selain itu, rencana pembangunan jalan tol yang akan melintasi sejumlah wilayah di Tanah Datar juga masih terus dikaji. Kehadiran infrastruktur tersebut diyakini akan membuka akses ekonomi baru dan mempercepat konektivitas kawasan.

“Untuk Sekolah Rakyat akan dibangun di Nagari Tanjung Barulak. Sementara itu, rencana pembangunan jalan tol masih dalam tahap kajian dan kemungkinan akan melewati beberapa wilayah di Tanah Datar. Kami mohon doa dan dukungan para perantau agar rencana ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Eka Putra mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas sesama perantau. Menurutnya, kekompakan menjadi kekuatan utama dalam membangun hubungan yang harmonis antara ranah dan rantau.

“Kekompakan dan soliditas sesama perantau harus terus dijaga. Kebersamaan menjadi kunci untuk mempererat hubungan antara ranah dan rantau demi kemajuan Tanah Datar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra menilai keberadaan Asrama Mahasiswa Yayasan Pagaruyung memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar tempat tinggal mahasiswa. Asrama tersebut menjadi simbol kepedulian sosial dan semangat gotong royong masyarakat Luhak Nan Tuo di perantauan.

Menurut Anton, sinergi antara pemerintah daerah, perantau, dan mahasiswa harus terus diperkuat agar keberadaan asrama mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi generasi muda Tanah Datar.

“Kita ingin asrama ini menjadi tempat bernaung yang ramah bagi mahasiswa baru maupun warga Tanah Datar yang membutuhkan tempat singgah sementara sebelum mendapatkan tempat tinggal tetap,” ujarnya.

Anton juga mendorong pengelolaan aset asrama secara lebih produktif sehingga mampu menghasilkan pendapatan mandiri untuk mendukung biaya operasional dan pemeliharaan gedung.

“Jika asrama memiliki sumber pendapatan mandiri, kita tidak akan terus bergantung pada APBD. Potensi itu terbuka karena kita memiliki aset tanah dan bangunan yang berada di lokasi strategis,” katanya.

Di sisi lain, Ketua IKTD Bandung Raya H. Syafriadi menjelaskan bahwa Gedung Asrama Mahasiswa Yayasan Pagaruyung saat ini memiliki dua lantai dengan 17 kamar yang diperuntukkan bagi mahasiswa asal Tanah Datar yang sedang menempuh pendidikan di Bandung.

Ia menyebut kondisi bangunan tetap terjaga dengan baik berkat kolaborasi yang terjalin antara IKTD Bandung Raya dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan pengurus IKTD Bandung Raya, gedung ini tetap terawat dan berada dalam kondisi baik. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa asal Tanah Datar yang berada di Bandung,” ujarnya.

Kunjungan Bupati Eka Putra ke Asrama Mahasiswa Yayasan Pagaruyung menjadi simbol kuat bahwa hubungan antara ranah dan rantau bukan sekadar ikatan emosional, melainkan kemitraan strategis dalam membangun sumber daya manusia dan masa depan Tanah Datar. Di tengah derasnya arus perubahan, semangat kebersamaan itulah yang menjadi fondasi kokoh untuk menjaga identitas, memperkuat pendidikan, dan mendorong kemajuan Luhak Nan Tuo ke depan (d13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *