Padang, relasipublik – Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern, Martina (40), atau yang lebih dikenal sebagai Uni Tina, tetap konsisten menjaga cita rasa autentik lamang tapai, salah satu kuliner tradisional khas Minangkabau. Melalui usaha Lamang Tapai Uni Tina di Seberang Padang Utara RT 07 RW 04, Kota Padang, ia meneruskan usaha keluarga yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Usaha tersebut merupakan kelanjutan dari bisnis yang telah dirintis oleh orang tuanya sejak bertahun-tahun lalu. Selama kurang lebih satu dekade terakhir, Martina mengembangkan usaha tersebut secara mandiri dengan tetap mempertahankan resep dan kualitas yang menjadi ciri khas keluarganya.
Menurut Martina, keputusannya melanjutkan usaha lamang tapai bukan semata-mata untuk mencari penghasilan, tetapi juga sebagai bentuk upaya menjaga warisan kuliner Minangkabau agar tetap lestari di tengah perubahan zaman.
“Saya memilih usaha lamang tapai ini karena ingin meneruskan usaha orang tua. Usaha ini memang sudah turun-temurun dari keluarga,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Lamang Tapai Uni Tina dikenal memiliki tekstur lamang yang lembut dengan cita rasa santan yang gurih. Selain lamang original, usahanya juga menawarkan berbagai varian, seperti lamang baluo, lamang pisang, dan lamang pulut hitam untuk memenuhi selera pelanggan.
“Lamang di tempat kami teksturnya lembut dan rasa santannya tetap terasa. Kami juga menyediakan beberapa variasi lamang untuk memenuhi selera pelanggan,” katanya.
Di tengah kenaikan harga bahan baku, Martina memilih tetap mempertahankan kualitas produknya. Baginya, menjaga kepercayaan pelanggan jauh lebih penting daripada mengurangi kualitas demi menekan biaya produksi.
“Walaupun harga bahan baku naik, rasa tetap kami jaga dan tidak pernah berubah. Itu yang menjadi komitmen kami kepada pelanggan,” ungkapnya.
Selain mengandalkan kualitas produk, pengembangan usaha juga didukung melalui pembinaan UMKM Kecamatan Padang Selatan. Pembinaan tersebut membantu memperluas pemasaran dan promosi sehingga produk Lamang Tapai Uni Tina semakin dikenal masyarakat.
“Kami dibina oleh UMKM Padang Selatan. Alhamdulillah, mereka selalu membantu dalam pemasaran dan promosi produk lamang tapai kami ke berbagai tempat, termasuk saat ada kegiatan atau acara tertentu,” jelas Martina.
Dengan konsistensi menjaga cita rasa serta dukungan pembinaan UMKM, Martina berharap Lamang Tapai Uni Tina terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya melestarikan kuliner tradisional Minangkabau. Ia juga berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai makanan khas daerah sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga.












