PADANGA, RELASIPUBLIK — Yayasan Anak dan Remaja Indonesia (Yari) School Kota Padang resmi melepas 20 siswa yang akan mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange) ke Uyoma Hariu School, Finlandia. Pelepasan berlangsung di Yari School Padang, Kamis (13/8/2026).
Ketua Yayasan Yari School, Yusticia Katar, mengatakan program pertukaran pelajar tersebut telah dirintis sejak 2011. Dalam keberangkatan kali ini, 20 siswa didampingi oleh dirinya sebagai ketua yayasan, satu orang guru, serta dua orang tua murid.
“Pesannya mereka harus siap. Mereka sudah tahu persis ngapain mereka ke sana dan apa kemanfaatan yang diperoleh. Mereka siap secara fisik, mental, semangat, dan insyaallah itu akan sangat mereka perlukan untuk membangun masa depan mereka yang cerah,” ujar Yusticia.
Selain Finlandia, rombongan juga akan mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran dan kunjungan kebudayaan di sejumlah negara persinggahan, yakni Singapura, Turki khususnya Istanbul, Estonia di Tallinn, serta Malaysia di Kuala Lumpur.
Persiapan para siswa juga dilakukan secara khusus. Salah satunya melalui kegiatan kemah bersama siswa Finlandia yang sebelumnya berkunjung ke Padang. Kegiatan tersebut bertujuan meminimalisasi potensi kejutan budaya sekaligus membangun keakraban dengan keluarga inang atau host family di Finlandia.
Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Junaidi, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, kegiatan student exchange penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang semakin global.
“Anak-anak kita hari ini adalah anak-anak yang hidup di dunia globalisasi. Jadi kita memang harus mempersiapkan anak-anak kita untuk siap menjadi warga dunia dan punya kemampuan daya saing global. Ini sejalan dengan Progul Padang Juara,” katanya.
Junaidi berharap program serupa dapat diikuti sekolah-sekolah lain di Kota Padang sehingga Yari School dapat menjadi pionir dalam membuka pengalaman pendidikan internasional bagi pelajar.
“Ke depan kita berharap anak-anak yang ikut student exchange ini juga diikuti oleh sekolah-sekolah lain. Itu harapan terbesar kita sehingga Yari School menjadi pionir yang langkahnya diikuti oleh sekolah-sekolah lain di Kota Padang,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Defan Nugraha Rahadi, mengaku ingin mendapatkan pengalaman baru dan belajar melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.
“Saya ingin setelah mengikuti student exchange ke Finlandia, saya tidak menilai orang dari satu atau dua nilainya saja, tetapi dari berbagai perspektif. Saya ingin lebih menghormati orang lain, lebih terbuka, dan lebih menerima perbedaan di antara kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, Pelangi Suhairi mengatakan hal yang paling dinantikannya adalah bertemu dengan host family dan teman-teman di Finlandia yang sebelumnya sudah dikenal melalui hubungan pertemanan.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan pengalaman dalam memahami keberagaman, kepedulian terhadap lingkungan, serta kehidupan masyarakat Finlandia.
“Kita bisa saling mengenal dari segala kalangan. Dari pergi ke Finlandia juga, kita bisa belajar bagaimana cara mereka menghormati lingkungan, menghormati sesama, bagaimana mereka hidup di sana. Kita juga belajar tentang kemandirian dan tanggung jawab,” katanya.
Program pertukaran pelajar ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan akademik dan budaya siswa, tetapi juga membentuk karakter yang mandiri, bertanggung jawab, terbuka terhadap perbedaan, serta mampu berinteraksi dan bersaing dalam lingkungan internasional.












