sumbar.relasipublik.com// Tanah Datar
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Tanah Datar resmi memasuki babak kepemimpinan baru. Asrul Jusan secara sah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Tanah Datar, yang diserahkan langsung oleh Ketua DPD Hanura Sumatera Barat, Edy Niswani, ST, di Kantor DPD Hanura Sumbar, Selasa (6/1/2026).
Penyerahan SK tersebut menandai berakhirnya dinamika internal sekaligus menjadi titik awal konsolidasi organisasi Hanura di Tanah Datar. DPD Hanura Sumbar menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru mampu menghidupkan kembali mesin partai hingga ke akar rumput.
Dalam sambutannya, Asrul Jusan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan partai kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab moral untuk membesarkan partai dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Kepercayaan ini adalah amanah besar. Hanura harus hadir sebagai rumah politik yang jujur, bekerja nyata, dan benar-benar berpihak pada rakyat. Fokus kami ke depan adalah konsolidasi internal, penguatan kader, serta membangun kepercayaan publik,” ujar Asrul Jusan.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas dan kerja kolektif seluruh kader Hanura Tanah Datar agar partai tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga relevan dalam menjawab persoalan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sumbar, Edy Niswani, ST, dalam sambutannya berharap kepemimpinan Asrul Jusan mampu membawa energi baru bagi Hanura Tanah Datar. Menurutnya, DPC Tanah Datar memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkontribusi signifikan dalam peta politik daerah.
“Kami berharap Ketua DPC yang baru segera melakukan konsolidasi, merapikan struktur, dan menggerakkan kader. Hanura harus tampil sebagai partai yang berani, jujur, dan konsisten membela kepentingan rakyat,” tegas Edy Niswani.
Dengan diterimanya SK tersebut, Asrul Jusan resmi memimpin DPC Hanura Kabupaten Tanah Datar. Tantangan ke depan pun terbentang luas: menguatkan organisasi, membangun kepercayaan publik, dan menjadikan Hanura sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan di Luhak Nan Tuo (d13)












