Kabupaten Tanah Datar

Batagak Gala di Pariangan: Regenerasi Adat, Menjaga Arah Kepemimpinan Nagari

2
×

Batagak Gala di Pariangan: Regenerasi Adat, Menjaga Arah Kepemimpinan Nagari

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Prosesi Batagak Gala Panghulu di Nagari Sawah Tangah, Kecamatan Pariangan, Selasa (24/3), tidak sekadar seremoni adat, tetapi momentum penting regenerasi kepemimpinan dalam struktur sosial Minangkabau. Di tengah perubahan zaman, pengukuhan para penghulu menjadi penegasan bahwa nilai adat tetap menjadi kompas kehidupan masyarakat.

Bupati Tanah Datar yang diwakili Camat Pariangan, A.H. Miza Aziz, hadir memberikan sambutan dalam kegiatan yang berlangsung di Rumah Gadang Dt. Damuanso, Jorong Aua Duri. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah tokoh adat resmi menerima gala sako, di antaranya Datuak Tumanggung, Datuak Rajo Tianso, Datuak Labai, Datuak Sinaro, dan Datuak Damuanso.

Dalam sambutannya, Camat menegaskan bahwa Batagak Gala bukan hanya pengukuhan gelar, tetapi juga penyerahan tanggung jawab moral dan sosial kepada para penghulu untuk memimpin kaum dengan arif dan bijaksana.

“Seorang penghulu bukan sekadar pemegang gelar adat, tetapi pemimpin yang dituntut mampu menjadi teladan, menjaga keharmonisan, serta menyelesaikan persoalan kaum dengan mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika modernisasi, peran penghulu semakin strategis dalam menjaga nilai-nilai adat agar tetap relevan, sekaligus menjadi jembatan antara tradisi dan perkembangan zaman.

“Adat tidak boleh berhenti sebagai simbol. Ia harus hidup dalam tindakan, menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, serta mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri,” tambahnya.

Kehadiran Ketua LKAAM Kabupaten, unsur Forkopimca, bundo kanduang, serta tokoh masyarakat memperkuat legitimasi prosesi tersebut sebagai bagian penting dari sistem sosial Minangkabau.

Melalui Batagak Gala ini, masyarakat tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga memastikan keberlanjutan kepemimpinan adat—sebuah fondasi yang menjaga keseimbangan antara nilai budaya dan arah pembangunan nagari(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *