sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Enam tim dari tiga jorong di Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuah, tampil aktif dalam Lomba Qasidah Rebana dan penyelenggaraan jenazah pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Tanjung, Kecamatan Sungayang, Minggu (18/1), ini menjadi ajang penguatan syiar Islam sekaligus edukasi keagamaan berbasis praktik.
Keenam tim tersebut berasal dari Jorong Lubuak Bauak, Kubu Nan Ampek, dan Subang Anak. Partisipasi ini menempatkan Batipuah Baruah sebagai nagari dengan jumlah tim terbanyak dalam kegiatan tersebut—sebuah penanda kuat atas keseriusan pembinaan keagamaan di tingkat nagari.
Ketua TP-PKK Nagari Batipuah Baruah, Ny. Nella Mulyadi BJ, menyampaikan bahwa enam tim itu dibagi merata ke dalam dua cabang lomba.
“Dari Batipuah Baruah, tiga kelompok mengikuti Lomba Qasidah Rebana dan tiga kelompok lainnya mengikuti lomba penyelenggaraan jenazah,” ujarnya di sela kegiatan.
Pembagian ini, menurutnya, dirancang untuk menyeimbangkan penguatan seni syiar dengan keterampilan keagamaan yang aplikatif di tengah masyarakat.
Lebih jauh dipaparkan, keikutsertaan dengan jumlah tim terbanyak bukan sekadar soal kuantitas, melainkan cerminan strategi pembinaan yang terukur. Lomba Qasidah Rebana menghidupkan dakwah melalui seni Islami yang santun dan membangun, sementara lomba penyelenggaraan jenazah memberikan edukasi langsung tentang fardu kifayah—kompetensi dasar yang wajib dimiliki umat.
Partisipasi aktif ini juga ditegaskan sebagai bukti komitmen Pemerintah Nagari Batipuah Baruah dalam meningkatkan syiar Islam secara berkelanjutan. Melalui dukungan terhadap majelis taklim dan keterlibatan masyarakat lintas jorong, pemerintah nagari mendorong dakwah yang tidak berhenti pada seremoni, tetapi berakar pada peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan sosial.
Peringatan HUT ke-25 BKMT Tanah Datar dengan rangkaian lomba tersebut memperlihatkan wajah dakwah yang edukatif dan membumi. Batipuah Baruah, dengan keterlibatan kolektifnya, menghadirkan pesan jelas: syiar Islam akan kuat bila dibangun bersama—melalui seni, ilmu, dan pengabdian nyata di tengah masyarakat(d13)












