BeritaKabupaten Tanah Datar

Seri Diskusi PJKIP Tanah Datar Sukses Digelar, Lahirkan Sejumlah Poin Penting

4
×

Seri Diskusi PJKIP Tanah Datar Sukses Digelar, Lahirkan Sejumlah Poin Penting

Sebarkan artikel ini

TANAH DATAR, RELASIPUBLIK— Seri Diskusi PJKIP Tanah Datar dengan tema “Revolusi Jurnalis: Kembali Kepada Kebenaran” sukses digelar. Kegiatan tersebut melahirkan sejumlah poin penting terkait penguatan keterbukaan informasi publik, literasi informasi serta peran jurnalis di tengah derasnya arus informasi digital.

Ketua PJKIP Tanah Datar, Rezki Aryendi, mengatakan diskusi tersebut menjadi ruang untuk menyamakan pandangan sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.

Menurut Rezki, salah satu poin penting yang mengemuka adalah komitmen PJKIP untuk hadir sebagai salah satu pilar pejuang keterbukaan informasi publik di Kabupaten Tanah Datar.

“PJKIP hadir sebagai salah satu pilar pejuang keterbukaan informasi di Tanah Datar. Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Rezki.

Selain mendorong keterbukaan informasi, PJKIP juga akan mengambil peran dalam membentengi masyarakat dari beredarnya informasi hoaks yang berpotensi menyesatkan publik.

“PJKIP juga hadir sebagai salah satu organisasi yang ikut membentengi beredarnya informasi hoaks agar tidak dikonsumsi publik secara mentah. Masyarakat harus memiliki kemampuan untuk memilah dan memahami informasi,” ujarnya.

Rezki menambahkan, PJKIP Tanah Datar ke depan juga akan mendorong kegiatan edukasi kepada badan-badan publik mengenai pemahaman dan implementasi keterbukaan informasi.
Edukasi tersebut akan menyasar berbagai badan publik, mulai dari pemerintahan nagari, sekolah hingga lembaga lainnya.

“Kita juga akan memberikan edukasi kepada badan publik, seperti nagari, sekolah dan lainnya, tentang pemahaman keterbukaan informasi. Jangan sampai keterbukaan informasi hanya dipahami sebagai kewajiban administratif, tetapi harus menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pemahaman yang baik antara masyarakat dan badan publik akan membantu menciptakan tata kelola informasi yang lebih transparan serta mengurangi potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Rezki menegaskan PJKIP Tanah Datar akan tetap menjaga independensi organisasi.

“PJKIP tetap independen. Kami akan terus memberikan kritik, tetapi kritik yang disampaikan bukan kritik yang destruktif,” tegasnya.

Ia mengatakan kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi dan kontrol sosial. Namun, kritik harus disampaikan berdasarkan data, fakta dan kepentingan masyarakat.

“Kalau ada yang perlu dikritik, tentu akan kita kritik. Tetapi kritik itu harus memberikan solusi dan tidak bertujuan untuk menjatuhkan. Kita ingin membangun budaya kritik yang sehat,” katanya.

Rezki berharap seri diskusi tersebut tidak berhenti pada kegiatan perdana, tetapi menjadi agenda berkelanjutan untuk membahas berbagai persoalan jurnalistik, keterbukaan informasi publik, literasi digital dan kepentingan masyarakat.

“Diskusi ini adalah awal. Kita ingin terus berdiskusi, belajar dan bergerak bersama. Karena tantangan informasi semakin besar, maka kapasitas jurnalis dan masyarakat dalam memahami informasi juga harus semakin kuat,” tutupnya.