Kota Padang

BPBD Padang Imbau Nelayan Tidak Melaut, Gelombang Tinggi dan Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga 24 Juni

14
×

BPBD Padang Imbau Nelayan Tidak Melaut, Gelombang Tinggi dan Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga 24 Juni

Sebarkan artikel ini

Padang, relasipublik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau para nelayan untuk sementara tidak melaut menyusul peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan oleh BMKG Maritim Teluk Bayur untuk periode 21 hingga 24 Juni 2026.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan kondisi gelombang laut yang cukup tinggi berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan tradisional dan pemilik kapal berukuran kecil.

“Kami mengimbau kepada nelayan untuk tidak melaut ketika gelombang tinggi,” ujar Hendri Zulviton di Padang, Minggu (21/6/2026).

Berdasarkan peringatan dini BMKG Maritim Teluk Bayur, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat. Di antaranya perairan Kota Padang hingga Padang Pariaman, perairan Agam hingga Pasaman Barat, serta perairan Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai.

Selain gelombang tinggi, cuaca ekstrem juga ditandai dengan meningkatnya kecepatan angin di wilayah Kota Padang sejak Minggu siang. Angin bertiup dari arah barat menuju utara dengan kecepatan berkisar 4 hingga 22 knot.

Menurut Hendri, kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan nelayan maupun kapal tongkang yang beroperasi di laut.

“Kondisi demikian akan berisiko bagi pemilik perahu dan kapal tongkang,” katanya.

Cuaca buruk yang melanda Kota Padang sejak siang hingga malam hari juga mengakibatkan sejumlah kejadian bencana. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang di Kecamatan Padang Selatan dan kawasan Sungai Pisang.

Tidak hanya itu, longsor juga terjadi di Kelok Jariang, Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Material longsor menimbun badan jalan yang menjadi jalur penghubung Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan.

Hendri mengatakan tim BPBD bersama unsur terkait langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi.

“Saat ini tim masih berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi,” ujarnya.

Terkait longsor di Kelok Jariang, Hendri meminta masyarakat yang hendak menuju Pesisir Selatan untuk sementara menunda perjalanan hingga proses pembersihan material selesai dilakukan.

“Tim sudah menuju lokasi longsor untuk evakuasi. Pengendara yang ingin menuju Pesisir Selatan agar menahan diri dulu hingga longsor dapat kita atasi,” katanya.

BPBD Kota Padang juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *