Solok, Relasipublik.com — Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat komitmen dalam menjaga adat dan budaya Minangkabau melalui pengukuhan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sulit Air, yang digelar di Balai Adat Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Jumat (11/9/2026).
Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Camat X Koto Diatas, unsur Forkopimcam, Wali Nagari Sulit Air, serta tokoh masyarakat dan pemangku adat Nagari Sulit Air.
Pengukuhan Dt. Rajo Kuaso sebagai Ketua KAN Sulit Air dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat peran lembaga adat dalam membina anak kemenakan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.
Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menegaskan bahwa keberadaan KAN memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat nagari. Tidak hanya dalam menjaga adat, lembaga adat juga diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dan menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan.
“Pemimpin dalam lembaga adat adalah sebuah amanah. Amanah itu harus dijalankan dengan adil dan mampu mengoordinasikan berbagai unsur untuk kepentingan masyarakat,” ujar Jon Firman Pandu.
Ia berharap Dt. Rajo Kuaso bersama jajaran pengurus KAN Sulit Air dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik, terutama dalam membina anak kemenakan, memperkuat kebersamaan, serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
an Bupati untuk mengajak seluruh masyarakat kembali memperkuat persatuan setelah pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana).
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam kontestasi demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, setelah proses politik selesai, seluruh masyarakat harus kembali bersatu untuk membangun nagari dan daerah.
“Setelah selesai kontestasi, itu semua harus bersatu. Tujuan kita satu, kita harus bangun daerah kita dengan sebaik-baiknya, dengan bersama-sama,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kekuatan kolektif, bukan hanya pemerintah. Pemerintah, lembaga adat, masyarakat, serta para perantau memiliki peran yang sama dalam mendorong kemajuan Kabupaten Solok.
Jon Firman Pandu juga menyinggung pentingnya dukungan seluruh pihak dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur.
Di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah, pemerintah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai elemen, termasuk masyarakat dan para perantau.
Ia berharap potensi yang dimiliki Nagari Sulit Air dapat dikelola secara bersama sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijak agar mampu memberikan kemaslahatan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kalau bersatu, kita kuat. Kekuatan terbesar kita adalah persatuan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KAN Sulit Air yang baru dikukuhkan, Dt. Rajo Kuaso, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Solok beserta jajaran pemerintah daerah.
Menurutnya, kehadiran kepala daerah dalam kegiatan pengukuhan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan adat dan budaya Minangkabau.
Dt. Rajo Kuaso berharap sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga adat dapat terus diperkuat. Ia juga membuka ruang bagi para pemangku adat, niniak mamak, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi kepada pemerintah daerah.
“Kami berharap komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah terus berjalan, sehingga bersama-sama kita dapat membangun Nagari Sulit Air,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru KAN Sulit Air, masyarakat berharap lembaga adat semakin aktif menjadi perekat sosial, pembina anak kemenakan, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun nagari.
Pengukuhan tersebut pun tidak sekadar menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat adat, persatuan, dan kolaborasi pembangunan di Nagari Sulit Air. (A3)












