Kabupaten Tanah Datar

Bupati Turun ke Asrama, Pastikan Wali Nagari Tahan Uji di Hari Kedua Retreat

8
×

Bupati Turun ke Asrama, Pastikan Wali Nagari Tahan Uji di Hari Kedua Retreat

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Memasuki hari kedua retreat Wali Nagari di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri Sumatera Barat, Baso, Bupati Eka Putra memilih tidak sekadar memantau dari jauh. Senin (6/4) malam, ia turun langsung ke asrama peserta, mengecek kondisi riil para Wali Nagari yang tengah “digembleng” dalam agenda pembinaan intensif tersebut.

Didampingi Sekda Abdurrahman Hadi, jajaran kepala OPD, camat, serta pengasuh IPDN, Bupati menyisir kamar-kamar peserta—memastikan bukan hanya program berjalan, tetapi juga kondisi fisik dan mental peserta tetap terjaga.

Dari hasil pantauan langsung, Eka Putra menyebut para peserta dalam kondisi baik, meski harus menjalani ritme kegiatan yang padat sejak subuh hingga malam hari.

“Capek dan pegal itu pasti. Kegiatan dimulai pukul 05.00 hingga 21.00 malam. Tapi Alhamdulillah, mereka tetap semangat dan menikmati proses ini,” ujarnya.

Kunjungan malam itu bukan sekadar formalitas. Di tengah jadwal yang ketat, Bupati ingin memastikan bahwa tekanan fisik yang dialami peserta berbanding lurus dengan hasil yang akan diperoleh—yakni pembentukan karakter, kedisiplinan, dan daya tahan sebagai pemimpin di nagari.

Ia pun mengingatkan para Wali Nagari agar tidak setengah hati menjalani retreat ini. Menurutnya, manfaat terbesar justru terletak pada perubahan pola pikir dan respons dalam melayani masyarakat.

“Ini investasi untuk diri sendiri. Sepulang dari sini, respon terhadap persoalan masyarakat harus lebih cepat dan tepat,” tegasnya.

Lebih jauh, Eka Putra menaruh harapan besar agar retreat ini melahirkan inovasi nyata di tingkat nagari—bukan sekadar pengetahuan yang berhenti di ruang kelas.

“Harus ada ide-ide baru yang bisa langsung diterapkan untuk kemajuan nagari masing-masing,” katanya.

Menariknya, Bupati tidak hanya datang meninjau, tetapi juga ikut merasakan langsung atmosfer retreat dengan bermalam di lokasi sejak hari pertama. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa program ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan prioritas yang dikawal serius.

“Saya ikut bermalam di sini untuk memastikan semuanya berjalan lancar, sekaligus memberi semangat langsung kepada peserta,” ujarnya.

Di tengah padatnya agenda dan disiplin ala kampus kedinasan, retreat ini perlahan membentuk wajah baru kepemimpinan nagari—lebih tangguh, responsif, dan siap menghadapi tekanan nyata di lapangan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *